Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, Jazuli Juwaini, melayangkan kecaman keras terhadap aksi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Jazuli menilai serangan sepihak tersebut telah mencederai prinsip dasar hukum internasional dan mengancam stabilitas perdamaian dunia.
Menurut Jazuli, tindakan militer ini bukan sekadar urusan politik dalam negeri, melainkan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan sebuah negara.
Ia menegaskan bahwa mengabaikan mekanisme diplomasi internasional dapat meruntuhkan fondasi ketertiban global yang selama ini dijaga melalui kesepakatan antarnegara.
“Serangan Amerika Serikat ke Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. Tidak ada satu pun negara yang dibenarkan menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan,” ujar Jazuli dalam keterangan resmi, Minggu (4/11).
Situasi di Venezuela dilaporkan memanas setelah pasukan AS tidak hanya melakukan pengeboman, tetapi juga menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Mengingat kedudukan Venezuela sebagai negara berdaulat, tindakan tersebut dinilai telah melampaui batas tata hukum internasional yang beradab.
Jazuli, yang juga merupakan Anggota DPR RI Fraksi PKS, memperingatkan bahwa praktik pembiaran terhadap aksi sepihak seperti ini sangat berbahaya.
Ia khawatir tindakan AS akan dianggap sebagai hal yang normal dalam hubungan internasional di masa depan.
“Jangan sampai tindakan ini menjadi preseden buruk, seolah-olah hukum internasional tidak lagi diindahkan, bahkan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa. Jika hukum internasional runtuh, maka dunia akan berada di ambang chaos dan ketidaktertiban global,” tuturnya.
Lebih lanjut, Jazuli menekankan bahwa ketidakpatuhan terhadap aturan internasional hanya akan memperbesar potensi konflik terbuka dan meningkatkan eskalasi ketegangan antarnegara.
Ia memberikan peringatan keras mengenai dampak jangka panjang dari konfrontasi bersenjata ini.
“Dalam kondisi seperti ini, ancaman terjadinya Perang Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang mustahil. Perang bisa pecah kapan saja jika negara-negara kuat terus memaksakan kehendaknya dengan kekuatan militer,” tegas Jazuli.
Sebagai penutup, JDF Asia Pasifik menyerukan agar PBB dan komunitas internasional tidak tinggal diam.
Ia mendesak adanya langkah tegas untuk menegakkan hukum secara adil serta mendorong agar setiap konflik diselesaikan melalui meja dialog, bukan dengan kekerasan.
“Perdamaian dunia hanya dapat dijaga jika semua negara, tanpa kecuali, tunduk pada hukum internasional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta kemanusiaan,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono memastikan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato dalam rapat perdana dalam KTT Board of Peace yang diinisasi Donald Trump
Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa perusahaan AS.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, DC, Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif saat berbicara di hadapan para pelaku usaha Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Presiden RI Prabowo Subianto memulai agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, dengan bertemu sejumlah organisasi bisnis utama asal Negeri Paman Sam.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Ribuan pendukung Nicolas Maduro berdemo di Caracas menuntut pembebasannya pascaoperasi militer AS. Presiden Interim Delcy Rodriguez kini hadapi tekanan politik.
Pemerintah Venezuela memperketat pengawasan pasca penangkapan Maduro. Warga kini takut bicara politik di WhatsApp dan terpaksa gunakan bahasa kode.
BADAN Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) secara diam-diam disebut tengah berupaya membangun kehadiran permanen AS di Venezuela guna memengaruhi masa depan negara tersebut.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menolak tekanan AS terkait produksi minyak. Di sisi lain, ratusan tahanan politik mulai dibebaskan sebagai isyarat perdamaian.
Donald Trump klaim senjata rahasia 'Discombobulator' lumpuhkan pertahanan Venezuela saat penangkapan Maduro. Teknologi ini bikin rudal Rusia dan Tiongkok tak berkutik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved