Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Korea Utara Bikin Kapal Selam Nuklir, Dibantu Rusia?

Ferdian Ananda Majni
25/12/2025 22:00
Korea Utara Bikin Kapal Selam Nuklir, Dibantu Rusia?
Kapal selam nuklir Korea Utara.(AFP)

PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12). 

Kim mengutuk rencana Korea Selatan membangun kapal selam bertenaga nuklir sebagai ancaman keamanan. Ia pun memperlihatkan lambung kapal selam nuklir miliknya sendiri yang sedang dalam pembangunan.

Foto-foto yang diterbitkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menampilkan Kim sedang memeriksa lambung kapal yang selesai dibangun. Ia menyebutnya sebagai kapal selam rudal berpemandu strategis bertenaga nuklir.

Kim tampak berjalan di samping kapal selam yang konon berbobot 8.700 ton di lokasi perakitan dalam ruangan. Ia dikelilingi para pejabat dan putrinya, Kim Ju Ae. 

Kim menetapkan pembangunan kapal selam nuklir sebagai salah satu proyek senjata utamanya selama kongres Partai Buruh yang diadakan pada 2021. Pada Maret, media pemerintah memuat foto-foto yang menunjukkan kapal tersebut sedang dibangun. 

Para pejabat dan analis dari luar negeri telah lama mempertanyakan seberapa cepat Korea Utara mampu memperoleh teknologi dan komponen kompleks untuk kapal selam nuklir serta sumber mereka dalam memasok reaktor nuklir kecil yang dibutuhkan untuk menggerakkannya. 

Target waktu

Pengungkapan itu menunjukkan bahwa Korea Utara sedang membuat kemajuan, meskipun belum mengumumkan target waktu penyelesaian dan pengerahan kapal tersebut. "Lambung kapal yang sudah selesai dan dilas berarti mereka sudah memasang reaktor nuklir di dalamnya," kata Hong Min, seorang ahli militer Korea Utara di Korea Institute for National Unification, lembaga pemikir yang didanai pemerintah dan berbasis di Seoul kepada New York Times.

Hong menduga bahwa Korea Utara menerima bantuan teknologi dari Rusia sebagai imbalan atas pengiriman pasukan dan senjata untuk membantu upaya perang Moskow melawan Ukraina. Kapal selam itu tampaknya dirancang untuk membawa rudal balistik dan rudal jelajah serta torpedo. 

Kim menerima pesan pula dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang memuji persahabatan tak tergoyahkan kedua negara. "Upaya heroik tentara Korea Utara di wilayah Kursk Rusia dengan jelas membuktikan persahabatan tak tergoyahkan antara Moskow dan Pyongyang," kata Putin dalam pesan kepada Kim dilansir dari KCNA.

Menurut Putin dalam pesan yang diterima Pyongyang pekan lalu, kerja keras mereka menunjukkan persaudaraan militan kedua negara. Ketentuan perjanjian bersejarah yang ditandatangani kedua pemimpin tahun lalu mencakup klausul pertahanan bersama telah dipenuhi berkat upaya bersama.

Korea Utara telah menguji berbagai rudal dan torpedo yang diluncurkan dari kapal selam dalam beberapa tahun terakhir. Negeri itu mengeklaim bahwa senjata-senjata itu dibangun untuk mengirimkan hulu ledak nuklir. 

Ancaman militer

Mereka mengatakan pengembangan senjata nuklir itu dibenarkan akibat ancaman militer yang semakin meningkat dari Amerika Serikat dan sekutu Asia mereka, Jepang dan Korea Selatan. Yang teranyar, Pyongyang geram dengan kedatangan USS Greeneville, kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Los Angeles buatan AS, di pangkalan angkatan laut di Busan, ujung tenggara Korea Selatan, minggu ini. 

Angkatan Laut Korea Selatan mengatakan kapal AS itu singgah di pelabuhan untuk mengisi persediaan dan memberi kesempatan kepada awaknya untuk beristirahat. Kementerian Pertahanan Korea Utara menyebutnya sebagai tindakan serius yang menyebabkan ketidakstabilan dan meningkatkan ketegangan militer.

Korea Utara juga mengatakan bahwa Kim Jong-un memeriksa uji coba pertama rudal permukaan-ke-udara jarak jauh dan ketinggian level baru yang sedang dikembangkan. Selama uji coba, yang dilakukan pada Rabu (24/12), rudal-rudal tersebut mengenai target tiruan pada ketinggian 124 mil. 

Militer Korea Selatan mengonfirmasi peluncuran beberapa rudal darat-ke-udara oleh Korea Utara, tetapi tidak memberikan rinciannya. Kepala Staf Gabungan Seoul mengatakan mereka mengetahui persiapan peluncuran tersebut dan bersiap menghadapi peluncuran itu sebelumnya.

"Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS saat ini sedang menganalisis spesifikasi tersebut secara cermat," katanya kepada AFP.

Korea Utara diperkirakan menggelar kongres partainya pada awal tahun depan. Kongres yang diadakan setiap lima tahun sekali ini merupakan acara politik terpenting di Korea Utara. Kim kemungkinan akan memamerkan prestasi militernya dan menetapkan tujuan kebijakan baru untuk lima tahun ke depan.

Segelintir negara

Pada November, AS setuju membantu Korea Selatan membangun kapal selam bertenaga nuklir pertamanya untuk memperkuat kemampuan angkatan lautnya dalam berpatroli di perairan sekitar Semenanjung Korea. Korea Selatan mengatakan kapal selam bertenaga nuklirnya tidak akan membawa senjata nuklir. Mereka mengatakan tidak merasa perlu membangun senjata nuklir karena AS memberikan perlindungan payung nuklir.

Namun, Kim mengatakan Korea Utara menganggap proyek Korea Selatan sebagai tindakan ofensif dan ancaman terhadap keamanannya yang harus dilawan. Hal itu memaksa Korea Utara untuk mempercepat modernisasi dan persenjataan nuklir angkatan laut.

Upaya-upaya yang dilakukan Kim Jong-un memperoleh momentum sejak invasi Rusia ke Ukraina. Kim membantu upaya perang Rusia dengan mengirimkan pasukan dan sejumlah besar peluru artileri, rudal, dan senjata lain. 

Badan intelijen Korea Selatan memperkirakan bahwa sekitar 2.000 tentara Korea Utara tewas dan ribuan lain terluka. Korea Utara mengakui bulan ini bahwa pasukannya di Kursk ditugaskan untuk membersihkan ranjau dan beberapa di antara mereka tewas dalam penugasan tersebut.

Para pejabat intelijen dan analis Korea Selatan mengatakan bahwa Rusia membalasnya dengan menyediakan bahan bakar dan makanan kepada Korea Utara serta material dan teknologi untuk membantu memodernisasi militernya, termasuk angkatan laut dan sistem pertahanan udaranya yang sudah usang.

Hanya segelintir negara yang memiliki kapal selam bertenaga nuklir. AS menganggap teknologinya sebagai salah satu rahasia militer paling sensitif dan dijaga ketat. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik