Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kim Jong-un Pamer Kapal Selam Bertenaga Nuklir

Ferdian Ananda Majni
25/12/2025 19:45
Kim Jong-un Pamer Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Kim Jong-un.(Al Jazeera)

KOREA Utara kembali memicu perhatian internasional setelah merilis foto-foto terbaru yang diklaim menampilkan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya, Kamis (25/12). Hal ini menegaskan ambisi militer Pyongyang di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur.

Citra yang dipublikasikan media pemerintah memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tengah meninjau kapal selam rudal berpemandu tersebut di sebuah fasilitas konstruksi tertutup. Ini menandakan kapal itu belum diluncurkan ke laut.

Pengembangan kapal selam bertenaga nuklir telah lama menjadi ambisi Kim. Ia pertama kali mengemukakan rencana tersebut dalam kongres partai berkuasa pada 2021. 

Namun, langkah Korea Selatan yang belakangan mendapat lampu hijau dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengembangkan kapal selam nuklirnya sendiri tampaknya menambah urgensi proyek Pyongyang.

Kapal selam bertenaga nuklir menawarkan berbagai keunggulan strategis. Kapal jenis ini dapat beroperasi di bawah permukaan laut dalam jangka waktu sangat lama bahkan hingga bertahun-tahun, selama pasokan logistik bagi awak mencukupi. 

Sebaliknya, sebagian besar kapal selam konvensional harus naik ke permukaan secara berkala untuk menghirup udara guna mengoperasikan mesin diesel yang mengisi ulang baterai.

Selain itu, kapal selam bertenaga nuklir umumnya memiliki kecepatan lebih tinggi dan, dalam banyak kasus, tingkat kebisingan lebih rendah dibanding kapal selam konvensional. Saat ini, hanya Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Prancis, Inggris, dan India yang memiliki teknologi tersebut.

Foto-foto yang dirilis Kamis (25/12) menunjukkan kemajuan signifikan pada kapal selam itu. Keberadaannya pertama kali diumumkan pada Maret lalu.

Media pemerintah Korea Utara menyebut kapal selam tersebut berbobot sekitar 8.700 ton. Ini sebanding dengan sebagian besar kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia milik Angkatan Laut AS.

Pada Kamis (25/12), Kim kembali menegaskan peran penting kapal selam tersebut dalam kebijakan pertahanan Pyongyang. Mnurutnya, ini secara harfiah didasarkan pada kekuatan ofensif terkuat.

"Kami menganggap kemampuan ofensif super kuat sebagai perisai terbaik untuk keamanan nasional dalam mengembangkan angkatan bersenjata," demikian pernyataan Kim dikutip dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Menanggapi dukungan Amerika Serikat (AS) terhadap rencana Korea Selatan, Kim menyatakan bahwa pembangunan kapal selam bertenaga nuklir oleh Seoul merupakan tindakan yang mengancam keamanan Korea Utara dan perlu ditanggapi.

Namun, profesor studi internasional di Universitas Wanita Ewha di Seoul, Leif-Eric Easley, menilai Pyongyang sendiri berperan besar dalam meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

"Kim mungkin benar bahwa peningkatan kapal selam bertenaga nuklir akan meningkatkan ketidakstabilan di sekitar Semenanjung Korea, tetapi dia sendiri yang harus disalahkan atas perlombaan senjata tersebut," kata Easley.

"Pyongyang yang menolak diplomasi dengan Seoul, mengancam negara-negara tetangganya dengan senjata nuklir, dan memperdalam penderitaan rakyatnya sendiri dengan mengalokasikan sumber daya besar untuk kediktatoran militer daripada pembangunan ekonomi," ujarnya.

Kim mengawasi peningkatan besar kemampuan militer Korea Utara sebagai bagian dari rencana lima tahun yang diumumkan pada 2021.

Program tersebut mencakup pengembangan berbagai jenis rudal, termasuk rudal balistik antarbenua yang mampu menjangkau daratan AS, kendaraan luncur hipersonik yang sulit dicegat, serta di sektor maritim, pembangunan dua kapal perusak rudal berpemandu baru.

Kapal perusak kedua sempat menjadi sorotan awal tahun ini setelah terbalik saat peluncuran. Kapal perang tersebut kemudian berhasil diapungkan kembali dan dilaporkan telah diperbaiki.

"Pembangunan kapal perusak dan kapal selam nuklir menandai lompatan ke depan dalam meningkatkan kemampuan tempur armada kita," kata Kim saat meninjau kapal selam baru itu.

Meski demikian, Easley menilai kekuatan armada Korea Utara masih tertinggal dibanding Korea Selatan yang mengoperasikan sejumlah kapal perusak rudal berpemandu tercanggih di dunia serta kapal selam konvensional modern.

"Kim mungkin menyadari bahwa ia telah salah perhitungan begitu ia mengamati teknologi superior Korea Selatan," jelas Easley.

Keunggulan utama Korea Utara kemungkinan hanya terletak pada potensi memiliki kapal selam bertenaga nuklir lebih cepat.

Korea Selatan telah lama menginginkan teknologi tersebut, tetapi terikat perjanjian nuklir puluhan tahun dengan AS yang membatasi pengembangannya hingga Oktober lalu ketika Presiden Trump tampak membuka jalan. Meski begitu, proses perancangan dan pembangunan kapal selam nuklir diperkirakan memakan waktu hingga satu dekade.

"Korea Utara dapat melakukan uji coba rudal (dengan kapal selam) setelah meluncurkannya dalam dua tahun ke depan," kata Hong Min, peneliti senior di Institut Unifikasi Nasional Korea di Seoul, kepada CNN.

Berdasarkan analisis terhadap foto-foto tersebut, Hong menilai kapal selam itu kemungkinan telah dipasangi reaktor nuklir, sehingga hanya tersisa beberapa tahap sebelum siap diluncurkan.

Kapal selam baru tersebut bukan satu-satunya isyarat tentang arah masa depan Korea Utara yang terlihat dalam foto-foto pada Kamis (25/12) itu.

Gambar-gambar tersebut juga memperlihatkan Kim didampingi oleh putrinya, yang diyakini sebagai Kim Ju Ae. Kemunculan publiknya yang semakin sering memicu spekulasi bahwa ia tengah dipersiapkan sebagai penerus di masa mendatang. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik