Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Kim Jong-un Terpilih Lagi Jadi Sekjen Partai Buruh Korea Utara, Fokus Nuklir

Haufan Hasyim Salengke
23/2/2026 09:44
Kim Jong-un Terpilih Lagi Jadi Sekjen Partai Buruh Korea Utara, Fokus Nuklir
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menghadiri kongres Partai Buruh Korea (WPK) pada 22 Februari 2026, hari keempat kongres pertama sejak 2021.(vietnam.vn)

KONGRES ke-9 Partai Buruh Korea (WPK) secara resmi menetapkan kembali Kim Jong-un sebagai Sekretaris Jenderal partai berkuasa di Korea Utara tersebut. Keputusan ini diambil di tengah upaya Pyongyang memperkuat pencegahan perang berbasis nuklir sebagai pilar utama kedaulatan negara.

Kantor berita negara, KCNA, melaporkan pada Senin (23/2) bahwa pemilihan kembali Kim merupakan wujud "keinginan tak tergoyahkan" dari seluruh anggota partai, rakyat, dan prajurit. Dalam kongres tersebut, kepemimpinan Kim dipuji karena berhasil membawa lonjakan drastis pada kekuatan militer negara.

"Pencegahan perang negara dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya telah ditingkatkan secara radikal. Negara kita maju secara dinamis di orbit kemakmuran meskipun menghadapi tantangan sejarah yang berat," tulis pernyataan resmi kongres yang dikutip KCNA.

Sekretaris Partai, Ri Il-hwan, dalam pidatonya menyatakan bahwa di bawah komando Kim, Korea Utara telah bertransformasi menjadi kekuatan yang disegani dunia. Ia menekankan bahwa Kim berhasil mewujudkan kemandirian ekonomi dan militer meski didera berbagai sanksi internasional yang ketat.

Selain menetapkan posisi kepemimpinan, kongres yang dimulai sejak Kamis pekan lalu ini juga mengadopsi revisi aturan partai. Meski demikian, detail revisi tersebut belum dipublikasikan secara rinci, termasuk spekulasi mengenai kodifikasi kebijakan "dua negara bermusuhan" terhadap Korea Selatan.

Kongres ke-9 ini merupakan badan pengambilan keputusan tertinggi di Korea Utara dan menjadi momen penting untuk menentukan arah kebijakan strategis lima tahun ke depan, meliputi bidang ekonomi, pertahanan, hingga diplomasi. Fokus dunia kini tertuju pada apakah Pyongyang akan memberikan sinyal dialog terhadap Washington dan Seoul atau justru semakin memperkeras retorika konfrontasinya. (Yonhap/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya