Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Lukashenko Beri Hadiah Senapan Otomatis untuk Kim Jong Un

Thalatie K Yani
27/3/2026 12:34
Lukashenko Beri Hadiah Senapan Otomatis untuk Kim Jong Un
Presiden Belarusia Lukashenko memberi hadiah senapan otomatis kepada Kim Jong Un di Pyongyang. (Belarus Press Pool)

PRESIDEN Belarusia, Alexander Lukashenko, melakukan kunjungan resmi ke Pyongyang untuk menemui Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua pemimpin memperkuat aliansi mereka melalui penandatanganan perjanjian persahabatan serta pertukaran kado simbolis yang unik.

Lukashenko secara khusus menghadiahi Kim Jong Un sebuah senapan otomatis. Dalam video yang dirilis media pemerintah Belarusia, Lukashenko sempat melontarkan kelakar saat menyerahkan senjata tersebut. Ia menyebut senapan itu diberikan "sekadar berjaga-jaga jika musuh muncul."

Sebagai balasan, Kim Jong Un memberikan sebuah pedang dan sebuah vas bunga yang dihiasi potret wajah Lukashenko. Pertukaran ini menegaskan kedekatan kedua negara yang saat ini sama-sama berada di bawah tekanan sanksi Barat.

Komitmen Melawan Tekanan Barat

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, mulai dari pertanian, informasi, hingga kesehatan masyarakat. Lukashenko memuji disiplin rakyat Korea Utara dan meyakini masa depan cerah bagi negara tersebut.

"Saya bisa katakan kepada Anda sebagai teman, sebagai orang yang telah melihat segalanya di dunia ini: masa depan yang cerah menanti negara Anda dengan rakyat yang pekerja keras dan disiplin ini," ujar Lukashenko sebagaimana dikutip dari kantor berita Belta.

Lukashenko juga menekankan pentingnya kerja sama antarnegara berdaulat di tengah situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, saat ini norma hukum internasional kerap diabaikan oleh kekuatan-kekuatan besar dunia. Oleh karena itu, negara-negara perlu bersatu untuk melindungi kedaulatan dan meningkatkan kesejahteraan warga negara mereka.

Aliansi Pendukung Rusia

Kunjungan ini memiliki signifikansi geopolitik yang besar, mengingat Belarusia dan Korea Utara merupakan pendukung utama Rusia dalam perang di Ukraina. Korea Utara dilaporkan telah menyokong kampanye militer Moskow, termasuk pengiriman personel. Pejabat Barat bahkan memperkirakan sekitar 1.000 tentara Korea Utara tewas pada bulan-bulan awal konflik tersebut.

Di sisi lain, Ukraina menuduh Rusia menggunakan wilayah Belarusia sebagai pangkalan untuk meluncurkan serangan ke wilayah mereka. Dukungan tanpa syarat Kim Jong Un terhadap Moskow juga kembali ditegaskan dalam pesannya kepada Vladimir Putin pekan ini, yang menyatakan bahwa "Pyongyang akan selalu bersama Moskow."

Perjanjian persahabatan yang baru ditandatangani ini disebut Kim Jong Un sebagai jaminan bagi stabilitas hubungan bilateral kedua negara di masa depan. Bagi keduanya, aliansi ini bukan sekadar diplomasi formal, melainkan bentuk perlawanan kolektif terhadap isolasi internasional. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya