Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Aset Tumbuh ke Rp59,6 Triliun, Bank Woori Saudara Perluas Layanan untuk WNI di Korea

 Gana Buana
19/2/2026 14:06
Aset Tumbuh ke Rp59,6 Triliun, Bank Woori Saudara Perluas Layanan untuk WNI di Korea
Namsan Seoul Tower di Korea Selatan.(Dok. Visit Korea)

BANK Woori Saudara (BWS) memperkuat layanan lintas negara untuk mendukung kebutuhan perbankan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal, bekerja, atau beraktivitas di Korea Selatan. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan layanan keuangan yang praktis dan terintegrasi, termasuk kemudahan akses perbankan sejak sebelum keberangkatan.

BWS menghadirkan WBK Pre-Registration Service, layanan pra-registrasi digital yang memungkinkan calon nasabah menyelesaikan proses administrasi awal sebelum mengakses layanan perbankan di Korea Selatan. Melalui layanan tersebut, pembukaan rekening dan akses layanan di cabang menjadi lebih praktis ketika nasabah sudah berada di negara tujuan.

Inisiatif ini juga didukung posisi BWS sebagai bagian dari grup perbankan Korea yang memiliki jaringan internasional. Keterhubungan layanan antara Indonesia dan Korea Selatan disebut dapat menciptakan kesinambungan layanan, baik untuk kebutuhan individu seperti pembukaan rekening dan transaksi harian, maupun untuk mendukung aktivitas finansial yang lebih luas.

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, menilai layanan tersebut adaptif terhadap pola mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

“Kehadiran bank yang memiliki konektivitas dengan sistem keuangan Korea memberi nilai tambah bagi WNI karena proses adaptasi finansial bisa dilakukan lebih cepat. Ini bukan hanya soal pembukaan rekening, tetapi juga kemudahan akses transaksi dan layanan dasar sejak awal tinggal di sana,” ujarnya.

Menurut Rizal, digitalisasi proses administrasi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan efisiensi layanan.

“Layanan berbasis pra-registrasi mencerminkan arah transformasi perbankan yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan integrasi lintas negara, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas internasional,” katanya.

Dari sisi kinerja, hingga akhir kuartal III-2025 BWS mencatat aset Rp 59,6 triliun per September 2025, meningkat dibanding posisi akhir 2024 sebesar Rp 58,7 triliun. Dari total aset tersebut, penyaluran kredit tercatat Rp 46,1 triliun, relatif stabil dibanding Rp 46,88 triliun pada akhir 2024.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp 32,42 triliun pada akhir September 2025, tumbuh 3% secara tahunan (year on year) dari Rp 31,54 triliun. Likuiditas BWS juga didukung pembiayaan sekitar Rp 12 triliun, yang sebagian besar berasal dari induk usaha. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya