Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Bank Woori Saudara Perkuat Strategi Penghimpunan DPK di 2026

Andhika Prasetyo
05/2/2026 14:20
Bank Woori Saudara Perkuat Strategi Penghimpunan DPK di 2026
BWS menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing bisnis pada 2026.(BWS)

PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS) menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing bisnis pada 2026. Salah satu strategi yang diperkuat adalah optimalisasi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Fokus ini dijalankan dengan memperkaya bauran produk pendanaan (funding) yang inovatif dan relevan bagi segmen ritel maupun korporasi.

Sebagai bank yang tergabung dalam kelompok KBMI II dengan modal inti mencapai Rp11,7 triliun, BWS mencatatkan DPK sebesar Rp34,5 triliun per November 2025. Capaian tersebut didukung oleh komposisi giro Rp3,9 triliun, tabungan Rp4,0 triliun, dan deposito Rp26,6 triliun. Angka-angka itu mencerminkan fondasi likuiditas yang solid.

Dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan, BWS terus memperkuat portofolio produk tabungan ritel yang kini mencakup tujuh pilihan utama, yakni Tabungan Woori Saudara, Tabungan Premium, Tabungan Cerdas, Tabungan K-Pop, Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel), TabunganKu, serta Tabungan WiGo yang secara khusus menyasar segmen ekspatriat Korea.

Selain produk tabungan, BWS juga mengembangkan produk tabungan berjangka melalui lini Taska, yang terdiri dari Taskasure, yaitu produk tabungan berjangka dengan perlindungan asuransi jiwa, Taska Gift yang menawarkan hadiah langsung bagi nasabah, serta Taska Impian dengan suku bunga kompetitif. Ragam produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan perencanaan keuangan jangka menengah dan panjang nasabah.

Untuk segmen korporasi, BWS menyediakan layanan pendanaan yang komprehensif mulai dari tabungan, giro, installment, hingga deposito. Memasuki 2026, optimalisasi bauran produk funding tersebut akan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan DPK yang sehat dan efisien.

Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, menilai tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi industri perbankan seiring mulai terasa dampak kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Penurunan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin sepanjang 2025 menjadi 4,75% dinilai akan membuka ruang optimalisasi struktur pendanaan perbankan.

“Dampak transmisi kebijakan moneter biasanya memiliki jeda. Namun di 2026 efeknya akan mulai terasa. Ini menjadi momentum bagi bank untuk mengoptimalkan struktur DPK dengan fokus pada pertumbuhan dan peningkatan likuiditas murah,” ujar Leonardo.

Menurutnya, peningkatan proporsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi kunci untuk menekan biaya dana (cost of fund) sehingga margin bunga bersih (NIM) tetap terjaga. 

Dalam konteks BWS, strategi bauran produk yang dijalankan secara konsisten dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan DPK berbasis CASA.

“Jika strategi ini dijalankan optimal, struktur CASA akan semakin kuat dan pada akhirnya meningkatkan daya saing Bank Woori Saudara di segmen KBMI II,” tutup Leonardo. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik