Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Korea Selatan mengumumkan telah merampungkan kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. Persetujuan itu mencakup dukungan AS terhadap pembuatan “kapal selam serang” serta kerja sama dalam pengadaan bahan bakar, sebagaimana tercantum dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih.
Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam hubungan pertahanan kedua negara, terjadi di saat kawasan dilanda ketegangan yang meningkat akibat program nuklir Korea Utara dan ekspansi militer Tiongkok.
Persetujuan tersebut mengikuti perjanjian dagang yang disepakati bulan lalu, di mana kedua negara menurunkan tarif timbal balik dari 25% menjadi 15%. Penurunan tarif dilakukan setelah Seoul menyatakan komitmen investasi senilai US$350 miliar di Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resmi, AS mengonfirmasi telah “memberi persetujuan kepada Republik Korea untuk membangun kapal selam serang bertenaga nuklir… [dan akan] bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan proyek ini, termasuk jalur pengadaan bahan bakar.”
Di platform Truth Social, Presiden Donald Trump menambahkan kapal selam tersebut akan dibangun di galangan kapal di Philadelphia yang dioperasikan konglomerat Korea Selatan, Hanwha.
Saat ini hanya enam negara memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Korea Selatan memiliki sekitar 20 kapal selam diesel, yang harus sering muncul ke permukaan dan memiliki jangkauan lebih terbatas. Trump menulis, “Saya telah memberi mereka persetujuan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, bukan kapal selam diesel yang jauh lebih lamban.”
Korea Selatan memang memiliki industri nuklir sipil yang kuat, tetapi kemampuannya memperkaya uranium dibatasi oleh AS karena ketergantungan pada impor.
Program kapal selam nuklir ini diarahkan untuk menghadapi ancaman Korea Utara, yang baru-baru ini mengungkapkan pengembangan kapal selam nuklirnya sendiri. Presiden Lee Jae Myung menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Trump dalam KTT APEC bulan lalu.
Menteri Pertahanan Ahn Gyu-back menyebut kapal selam nuklir sebagai “pencapaian membanggakan” dan peningkatan signifikan bagi pertahanan Korea Selatan. Ia menekankan bahwa kemampuan stealth kapal selam tersebut akan membuat Kim Jong Un “tetap terjaga pada malam hari.”
Korea Utara juga mengembangkan kapal selam nuklir, diduga dengan dukungan Rusia. Pada 2025, Pyongyang merilis foto kapal selam bertenaga nuklir yang masih dibangun. Para analis memperkirakan Korea Utara dapat mengoperasikannya dalam beberapa tahun ke depan. Pyongyang juga diperkirakan memiliki sekitar 50 senjata nuklir.
Peneliti Sejong Institute, Jo Bee-yun, menilai langkah Seoul ini sebagai bagian dari dinamika perlombaan senjata di Asia Timur. “Senjata nuklir Korea Utara adalah fakta yang sudah mapan,” ujarnya kepada BBC.
Sebagian pakar menilai kapal selam nuklir tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan secara drastis, tetapi lebih sebagai upaya meyakinkan publik Korea Selatan bahwa pemerintah merespons ancaman dari Utara. Dr Yang Uk dari Asan Institute mengatakan, “Korea Selatan tidak dapat mengembangkan senjata nuklirnya sendiri… jadi kapal selam nuklir adalah opsi yang bisa mereka lakukan.”
Namun, menurut Dr Yang, langkah ini bisa digunakan Korea Utara untuk membenarkan keberadaan senjata nuklirnya.
Jo Bee-yun menilai kesepakatan ini sebagai “perubahan besar” yang menjadikan Korea Selatan pemain regional yang lebih kuat, terutama karena kapal selam nuklir mampu beroperasi lebih cepat dan jauh.
Bagi Washington, dukungan terhadap program kapal selam nuklir Seoul bertujuan menekan Korea Utara dan Tiongkok. Dr Yang menyebut AS ingin Korea Selatan memperluas anggaran pertahanannya dan berperan sebagai mitra strategis dalam menghadapi Beijing. Tiongkok, menurutnya, kemungkinan “sangat marah” dengan kesepakatan tersebut.
Duta Besar Tiongkok untuk Korea Selatan, Dai Bing, berharap Seoul “menangani isu ini secara hati-hati,” mengingat situasi keamanan kawasan yang “kompleks dan sensitif.”
Meski Trump mengatakan kapal selam akan dibangun di Philadelphia, pejabat Korea Selatan menegaskan pembangunan harus dilakukan di dalam negeri untuk mempercepat penyelesaian. Perdana Menteri Kim Min-seok sebelumnya mengatakan galangan kapal milik Hanwha di AS “tidak memiliki kemampuan” untuk membangun kapal selam nuklir.
Setelah kesepakatan dicapai, tahap berikutnya adalah menyesuaikan perjanjian nuklir antara kedua negara agar memungkinkan penyediaan bahan bakar nuklir untuk penggunaan militer. (BBC/Z-2)
Donald Trump kembali enggan menjelaskan langkah AS terkait Greenland, namun memberi sinyal peluang kesepakatan di Davos. Denmark memperingatkan risiko terhadap NATO.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
PERLOMBAAN senjata antara Korea Utara dan Korea Selatan kian mendalam ke bawah laut. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi pabrik kapal selam nuklir, Kamis (25/12).
KOREA Utara kembali memicu perhatian internasional setelah merilis foto-foto terbaru yang diklaim menampilkan kapal selam bertenaga nuklir pertamanya, Kamis (25/12).
Presiden AS Donald Trump memberikan lampu hijau bagi Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.
Rusia berkomitmen penuh pada nonproliferasi nuklir, dan kami yakin semua pihak harus menahan diri sepenuhnya terkait retorika nuklir.
Pada Jumat (1/8) melalui platform Truth Social, Trump menyatakan mengarahkan dua kapal selam nuklir AS lebih dekat ke Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved