Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

AS Ingin Jenderalnya Pimpin Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza

Wisnu Arto Subari
11/12/2025 22:48
AS Ingin Jenderalnya Pimpin Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Warga Gaza.(Al Jazeera)

PEMERINTAHAN Donald Trump berencana menunjuk seorang jenderal bintang dua Amerika Serikat (AS) untuk memimpin Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Jalur Gaza, Palestina. Demikian menurut dua pejabat AS dan dua pejabat Israel.

Penunjukan itu akan semakin meningkatkan tanggung jawab AS untuk mengamankan dan membangun kembali Gaza yang berubah menjadi proyek politik-sipil-militer AS terbesar di Timur Tengah dalam lebih dari dua dekade.

AS mendirikan markas besar sipil-militer di Israel untuk memantau gencatan senjata dan mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan.

Trump diharapkan akan memimpin Dewan Perdamaian Gaza. Penasihat utamanya akan menjadi anggota dewan eksekutif internasional.

Sekarang, AS akan memimpin pasukan keamanan di wilayah tersebut. Meskipun demikian, para pejabat Gedung Putih menekankan bahwa tidak akan ada pasukan AS di Gaza.

Gencatan senjata di Gaza adalah pencapaian kebijakan luar negeri terbesar Trump di masa jabatan keduanya sejauh ini, tetapi gencatan senjata ini rapuh. Pemerintahannya ingin segera melanjutkan ke fase kedua untuk menghindari kembalinya perang.

Fase kedua kesepakatan tersebut melibatkan penarikan lebih jauh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), pengerahan ISF ke Gaza, dan struktur pemerintahan baru yang mulai berlaku, termasuk Dewan Perdamaian yang dipimpin Trump.

Dewan Keamanan PBB baru-baru ini mengesahkan ISF dan dewan tersebut. Trump mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa ia berencana untuk mengumumkan Dewan Perdamaian Gaza pada awal 2026.

Dua pejabat Israel mengatakan Duta Besar PBB Mike Waltz, yang mengunjungi Israel minggu ini, mengatakan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat lain bahwa pemerintahan Trump akan memimpin ISF dan menunjuk seorang jenderal bintang dua sebagai komandannya.

"Waltz bahkan mengatakan dia mengenal jenderal itu secara pribadi dan menekankan bahwa dia adalah orang yang sangat serius," kata seorang pejabat Israel.

Para pejabat Israel mengatakan Waltz menekankan bahwa dengan adanya seorang jenderal AS yang memimpin ISF, hal itu akan memberi Israel kepercayaan bahwa pasukan tersebut akan beroperasi sesuai dengan standar yang berlaku.

Dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa rencananya adalah untuk menunjuk seorang jenderal AS untuk memimpin ISF.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan telah ada diskusi mengenai komposisi ISF, Dewan Perdamaian, dan pemerintahan teknokrat Palestina, "Tetapi belum ada keputusan pasti yang dibuat atau dikomunikasikan."

Para pejabat AS mengatakan mereka berada di tahap akhir penyusunan ISF dan struktur pemerintahan baru untuk Gaza.

AS telah mengusulkan agar mantan utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menjabat sebagai perwakilan Dewan Perdamaian di lapangan di Gaza, bekerja sama dengan pemerintahan teknokrat Palestina di masa depan, kata sumber yang mengetahui hal tersebut.

Pemerintahan Trump diam-diam memberi pengarahan kepada negara-negara Barat tentang Dewan Perdamaian dan ISF serta mengundang mereka untuk bergabung. 

Menurut dua sumber yang memiliki pengetahuan langsung, dua negara yang diundang untuk bergabung dengan dewan tersebut adalah Jerman dan Italia.

Indonesia, Azerbaijan, Turki, dan Mesir sebelumnya menyatakan kesediaan untuk mengirim tentara ke ISF, meskipun tidak jelas apakah hal itu masih berlaku. Tidak jelas juga apakah negara-negara Barat akan setuju untuk mengirim pasukan.

Alasan utama keraguan ialah banyak negara ingin mengetahui apakah Hamas benar-benar akan melucuti senjata secara sukarela dan apa aturan keterlibatan untuk pasukan baru tersebut.

AS memberi tahu negara-negara Eropa dalam beberapa hari terakhir bahwa rencananya ialah mulai mengerahkan ISF ketika Dewan Perdamaian telah dibentuk, tetapi tidak ada jadwal yang jelas yang diberikan, kata seorang diplomat Eropa.

Para pejabat AS menekankan dalam pengarahan kepada para diplomat Eropa di Tel Aviv pada Senin bahwa jika negara-negara mereka tidak akan mengirim tentara ke ISF atau mendukung negara-negara yang melakukannya, militer Israel tidak akan menarik diri dari wilayah Gaza yang masih didudukinya.

"Pesan yang disampaikan ialah, 'Jika Anda belum siap pergi ke Gaza, jangan mengeluh bahwa IDF tetap tinggal,'" kata diplomat Eropa yang mengetahui isi pengarahan tersebut. (Axios/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya