Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap para pemimpin Eropa. Trump menyebut mereka “lemah” dan mengisyaratkan Washington dapat mengurangi dukungan bagi Ukraina. Dalam wawancara dengan Politico, Trump menuding negara-negara Eropa yang ia sebut “membusuk” gagal mengendalikan migrasi serta tidak mampu mengambil langkah tegas untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia bahkan menuduh mereka membiarkan Kyiv bertempur “hingga mereka tumbang”.
Kritik itu muncul di saat sejumlah pemimpin Eropa berupaya memperkuat peran mereka dalam upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik. Para pemimpin Eropa itu dinilai khawatir solusi cepat justru akan merugikan kepentingan jangka panjang benua tersebut.
Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan ia lihat di Eropa justru adalah “kekuatan”, merujuk pada peningkatan investasi pertahanan dan pendanaan untuk Kyiv. Ia menambahkan dua presiden (Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky) sedang “bekerja demi perdamaian”, sementara “satu presiden, Presiden Vladimir Putin, sejauh ini hanya berupaya memperburuk konflik dengan serangan drone dan rudal”.
Trump kembali menekan Zelensky agar menyetujui kesepakatan damai. Trump mendesaknya “main baik-baik” dengan menyerahkan wilayah kepada Moskow. Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Dalam unggahan di X pada Selasa, Zelensky mengatakan Ukraina dan Eropa sedang bekerja aktif pada “semua komponen langkah potensial untuk mengakhiri perang”. Zelensky mengatakan rencana yang disusun kini lebih matang serta siap dipresentasikan kepada “mitra kami di AS”.
Kritik terbaru Trump muncul sehari setelah para pemimpin Eropa bertemu di London membahas upaya bersama untuk menghentikan pertempuran. Ketika ditanya apakah Eropa mampu membantu mengakhiri perang. “Mereka bicara tapi tidak menghasilkan apa-apa. Dan perang terus berlanjut tanpa henti,” jawab Trump.
Pejabat AS dalam beberapa pekan terakhir telah mengadakan pembicaraan terpisah dengan Ukraina dan Rusia untuk mencoba merumuskan akhir konflik. Sayangnya belum menghasilkan kesepakatan.
Zelensky terus meminta dukungan para pemimpin Eropa dan NATO untuk mencegah AS mendukung kesepakatan. Kesepakatan yang dianggap Kyiv dapat membuat negara itu rentan terhadap serangan di masa depan.
Trump juga mempertanyakan absennya pemilu di Ukraina. “Menurut saya sudah waktunya,” ujarnya. “Mungkin Zelensky akan menang. Saya tidak tahu siapa yang akan menang. Tapi mereka sudah lama tidak mengadakan pemilu. Mereka bicara soal demokrasi, tapi pada titik tertentu itu bukan lagi demokrasi.”
Pemilu tidak digelar di Ukraina sejak invasi Rusia dimulai karena berada di bawah hukum darurat perang. Dalam kondisi damai, masa jabatan Zelensky seharusnya telah berakhir, isu yang kerap diangkat Kremlin.
Zelensky mengatakan ia “siap untuk pemilu” dan meminta penyusunan proposal untuk mengubah undang-undang jika keamanan memungkinkan. Pemilu bisa digelar dalam 60 hingga 90 hari jika situasi aman.
Dalam wawancara yang sama, Trump menilai perpecahan ideologis kini mengancam hubungan AS dan Eropa. Ketika ditanya apakah pemimpin yang ia anggap lemah masih bisa menjadi sekutu, ia menjawab “Tergantung.” Trump menyatakan para pemimpin itu “terlalu ingin terlihat politis benar” dan “tidak tahu harus berbuat apa”.
Komentar tersebut muncul setelah pemerintahannya merilis Strategi Keamanan Nasional baru sepanjang 33 halaman, yang memperingatkan potensi “penghapusan peradaban” di Eropa dan mempertanyakan apakah beberapa negara masih dapat menjadi sekutu yang andal. Rusia menyambut strategi tersebut sebagai sesuatu yang “selaras” dengan pandangan Moskow.
Trump juga memperingatkan banyak negara Eropa “tidak akan lagi menjadi negara yang layak” jika tetap berada di jalur saat ini, khususnya terkait kebijakan migrasi. Ia memuji Hongaria dan Polandia, namun menyebut sebagian besar negara Eropa “membusuk”.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menanggapi dengan mengatakan sebagian isi strategi itu dapat dipahami, namun elemen lainnya “tidak dapat diterima” dari perspektif Eropa. Ia menolak anggapan bahwa AS perlu “menyelamatkan demokrasi” di Eropa, menegaskan bahwa Eropa mampu menangani isu tersebut sendiri. (BBC/Z-2)
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Amerika Serikat menilai Rusia dan Ukraina mencatat kemajuan penting setelah sepakat melanjutkan perundingan damai langsung di Abu Dhabi, meski konflik dan perbedaan utama masih membayangi.
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved