Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap para pemimpin Eropa. Trump menyebut mereka “lemah” dan mengisyaratkan Washington dapat mengurangi dukungan bagi Ukraina. Dalam wawancara dengan Politico, Trump menuding negara-negara Eropa yang ia sebut “membusuk” gagal mengendalikan migrasi serta tidak mampu mengambil langkah tegas untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia bahkan menuduh mereka membiarkan Kyiv bertempur “hingga mereka tumbang”.
Kritik itu muncul di saat sejumlah pemimpin Eropa berupaya memperkuat peran mereka dalam upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri konflik. Para pemimpin Eropa itu dinilai khawatir solusi cepat justru akan merugikan kepentingan jangka panjang benua tersebut.
Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan ia lihat di Eropa justru adalah “kekuatan”, merujuk pada peningkatan investasi pertahanan dan pendanaan untuk Kyiv. Ia menambahkan dua presiden (Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky) sedang “bekerja demi perdamaian”, sementara “satu presiden, Presiden Vladimir Putin, sejauh ini hanya berupaya memperburuk konflik dengan serangan drone dan rudal”.
Trump kembali menekan Zelensky agar menyetujui kesepakatan damai. Trump mendesaknya “main baik-baik” dengan menyerahkan wilayah kepada Moskow. Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Dalam unggahan di X pada Selasa, Zelensky mengatakan Ukraina dan Eropa sedang bekerja aktif pada “semua komponen langkah potensial untuk mengakhiri perang”. Zelensky mengatakan rencana yang disusun kini lebih matang serta siap dipresentasikan kepada “mitra kami di AS”.
Kritik terbaru Trump muncul sehari setelah para pemimpin Eropa bertemu di London membahas upaya bersama untuk menghentikan pertempuran. Ketika ditanya apakah Eropa mampu membantu mengakhiri perang. “Mereka bicara tapi tidak menghasilkan apa-apa. Dan perang terus berlanjut tanpa henti,” jawab Trump.
Pejabat AS dalam beberapa pekan terakhir telah mengadakan pembicaraan terpisah dengan Ukraina dan Rusia untuk mencoba merumuskan akhir konflik. Sayangnya belum menghasilkan kesepakatan.
Zelensky terus meminta dukungan para pemimpin Eropa dan NATO untuk mencegah AS mendukung kesepakatan. Kesepakatan yang dianggap Kyiv dapat membuat negara itu rentan terhadap serangan di masa depan.
Trump juga mempertanyakan absennya pemilu di Ukraina. “Menurut saya sudah waktunya,” ujarnya. “Mungkin Zelensky akan menang. Saya tidak tahu siapa yang akan menang. Tapi mereka sudah lama tidak mengadakan pemilu. Mereka bicara soal demokrasi, tapi pada titik tertentu itu bukan lagi demokrasi.”
Pemilu tidak digelar di Ukraina sejak invasi Rusia dimulai karena berada di bawah hukum darurat perang. Dalam kondisi damai, masa jabatan Zelensky seharusnya telah berakhir, isu yang kerap diangkat Kremlin.
Zelensky mengatakan ia “siap untuk pemilu” dan meminta penyusunan proposal untuk mengubah undang-undang jika keamanan memungkinkan. Pemilu bisa digelar dalam 60 hingga 90 hari jika situasi aman.
Dalam wawancara yang sama, Trump menilai perpecahan ideologis kini mengancam hubungan AS dan Eropa. Ketika ditanya apakah pemimpin yang ia anggap lemah masih bisa menjadi sekutu, ia menjawab “Tergantung.” Trump menyatakan para pemimpin itu “terlalu ingin terlihat politis benar” dan “tidak tahu harus berbuat apa”.
Komentar tersebut muncul setelah pemerintahannya merilis Strategi Keamanan Nasional baru sepanjang 33 halaman, yang memperingatkan potensi “penghapusan peradaban” di Eropa dan mempertanyakan apakah beberapa negara masih dapat menjadi sekutu yang andal. Rusia menyambut strategi tersebut sebagai sesuatu yang “selaras” dengan pandangan Moskow.
Trump juga memperingatkan banyak negara Eropa “tidak akan lagi menjadi negara yang layak” jika tetap berada di jalur saat ini, khususnya terkait kebijakan migrasi. Ia memuji Hongaria dan Polandia, namun menyebut sebagian besar negara Eropa “membusuk”.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menanggapi dengan mengatakan sebagian isi strategi itu dapat dipahami, namun elemen lainnya “tidak dapat diterima” dari perspektif Eropa. Ia menolak anggapan bahwa AS perlu “menyelamatkan demokrasi” di Eropa, menegaskan bahwa Eropa mampu menangani isu tersebut sendiri. (BBC/Z-2)
Menurut Donald Trump, satu-satunya faktor yang membuat posisi Ukraina tetap bertahan hingga saat ini adalah peran dirinya.
Namun pada 3 Januari, Rusia hanya berdiri dan menyaksikan ketika Amerika Serikat (AS) secara paksa membawa Maduro dan istrinya ke New York.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menunjuk Kyrylo Budanov sebagai Kepala Staf Presiden di tengah skandal korupsi dan perombakan kabinet besar-besaran.
Pejabat keamanan nasional AS menyatakan Ukraina tidak menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin atau kediamannya dalam serangan drone baru-baru ini
Para pihak juga saling bertukar pandangan mengenai paket kemakmuran untuk Ukraina.
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa negaranya akan keluar sebagai pemenang dalam perang di Ukraina.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
Seorang anggota dapat dijatuhi PTDH jika meninggalkan tugasnya secara tidak sah (desersi) dalam waktu lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut.
Desersi adalah tindakan meninggalkan tugas atau dinas tanpa izin pimpinan dalam jangka waktu tertentu dengan maksud untuk tidak kembali lagi.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved