Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AS Sebut Kemajuan Besar dalam Perundingan Rencana Damai Rusia-Ukraina di Jenewa

Thalatie K Yani
24/11/2025 05:45
AS Sebut Kemajuan Besar dalam Perundingan Rencana Damai Rusia-Ukraina di Jenewa
Menlu AS Marco Rubio menyebut pembahasan rencana damai Rusia-Ukraina capai kemajuan besar, sementara Zelensky melihat sinyal positif dari tim Presiden Trump. (Media Sosial X)

AMERIKA Serikat menyatakan pembahasan terkait rencana damai yang diusulkan Washington untuk mengakhiri perang RusiaUkraina menunjukkan “kemajuan sangat besar”. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio usai bertemu negosiator Ukraina dan Eropa di Jenewa, Swiss.

Meski begitu, Rubio menegaskan masih ada sejumlah poin yang harus diselesaikan. “Masih ada beberapa hal yang perlu dikerjakan,” ujarnya setelah sesi perundingan. Ia menyebut hari itu sebagai “hari yang sangat baik”, dengan fokus mempersempit sejumlah “butir terbuka” dalam rencana 28 poin yang diajukan AS.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pihaknya mulai melihat “sinyal tim Presiden [Donald] Trump mendengar kami”. Sebelumnya, Ukraina dan sekutu Eropanya mengungkapkan kekhawatiran atas bocoran dokumen rencana damai yang dianggap lebih menguntungkan Rusia. Presiden Vladimir Putin bahkan menyambutnya sebagai “dasar” penyelesaian konflik. Zelensky menilai Ukraina bisa menghadapi “pilihan sangat sulit: kehilangan martabat, atau berisiko kehilangan mitra kunci”.

Rubio menegaskan rancangan akhir nantinya harus disepakati terlebih dahulu oleh presiden Ukraina dan AS sebelum dikirim ke Rusia. Ia menambahkan masih ada beberapa isu yang harus dibahas lebih lanjut.

Sejumlah media melaporkan adanya versi alternatif rencana damai yang disusun sekutu Eropa, dipimpin Inggris, Prancis, dan Jerman. Namun Rubio membantah mengetahui dokumen tersebut. BBC juga menyatakan belum melihatnya.

Sementara itu, Presiden Trump pada Minggu menuduh para pemimpin Ukraina menunjukkan “nol rasa terima kasih” terhadap upaya AS mengakhiri perang. Ia juga menyoroti negara-negara Eropa yang masih membeli minyak dari Rusia, sumber pendapatan utama Moskow untuk membiayai perang.

Pembahasan di Jenewa berfokus pada draft AS yang bocor, termasuk usulan penarikan pasukan Ukraina dari wilayah Donetsk yang masih mereka kuasai. Rancangan itu juga memuat pengakuan de facto atas kontrol Rusia di Donetsk, Luhansk, dan Crimea. Selain itu, rencana tersebut membekukan garis pertempuran saat ini di Kherson dan Zaporizhzhia, yang sebagian diduduki Rusia.

AS juga mengusulkan pembatasan jumlah personel militer Ukraina menjadi 600.000, dari sekitar 880.000 saat ini. Draft tersebut memuat pernyataan bahwa Ukraina tidak akan mengajukan keanggotaan NATO, namun mendapat “jaminan keamanan yang andal” tanpa penjelasan detail.

Rancangan itu turut menyebutkan harapan agar Rusia tidak menyerang negara tetangga dan NATO tidak memperluas keanggotaan. Dokumen juga mengusulkan integrasi kembali Rusia ke ekonomi global melalui pencabutan sanksi dan undangan kembali ke G7.

Presiden Trump memberi batas waktu hingga Kamis bagi Ukraina untuk merespons, meski kemudian menyatakan itu bukan “tawaran final”. Rubio menambahkan dirinya “sangat optimistis” kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik