Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Korban Tewas akibat Kebakaran di Hong Kong Meningkat Jadi 128 Orang

Ferdian Ananda Majni
29/11/2025 06:06
Korban Tewas akibat Kebakaran di Hong Kong Meningkat Jadi 128 Orang
Asap tebal dan api mengepul saat kebakaran besar melanda apartemen di Wang Fuk Court, Hong Kong, Rabu (26/11).(AFP/YAN ZHAO)

JUMLAH korban jiwa akibat kebakaran besar yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, bertambah menjadi 128 orang. Otoritas setempat juga menyebut sekitar 200 penghuni masih belum ditemukan sejak insiden terjadi pada Rabu (26/11) siang.

Kompleks Wang Fuk Court terdiri dari delapan menara setinggi 32 lantai dengan sekitar 2.000 unit hunian, yakni lebih dari 4.600 penghuni, sebagian besar lanjut usia.

Petugas pemadam memerlukan waktu sekitar 42 jam untuk mengendalikan kobaran api, menjadikannya kebakaran terburuk di Hong Kong dalam hampir delapan dekade.

Korban WNI

Peningkatan jumlah korban diumumkan oleh Sekretaris Keamanan Hong Kong Chris Tang dalam konferensi pers pada Jumat (28/11). Ia mengonfirmasi bahwa seorang petugas pemadam berusia 37 tahun turut menjadi korban. 

Sang petugas ditemukan dalam kondisi luka bakar pada wajah, sekitar 30 menit setelah kehilangan kontak dengan timnya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong menyatakan bahwa dua dari korban meninggal adalah warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga migran di lokasi tersebut.

Tang menambahkan, sedikitnya 79 orang mengalami luka-luka, termasuk 12 petugas pemadam. Ia juga memperingatkan bahwa angka korban tewas kemungkinan masih akan bertambah karena sekitar 200 orang lainnya belum diketahui kondisinya.

Penyelidikan Penyebab

Tragedi ini mengguncang Hong Kong, kota yang dikenal memiliki standar keselamatan dan konstruksi gedung yang tinggi. Para penyintas dan warga yang mengungsi mempertanyakan bagaimana kebakaran dapat menyebar begitu cepat dan melahap tujuh blok apartemen.

Penyelidikan masih berlangsung dan berfokus pada penyebab cepatnya api merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. 

Polisi Hong Kong telah menangkap tiga pejabat perusahaan konstruksi atas dugaan pembunuhan, terkait penggunaan material tidak aman, termasuk papan busa mudah terbakar yang dipasang menutupi jendela.

Keberadaan perancah bambu serta jaring hijau untuk renovasi di bagian luar gedung juga menimbulkan kekhawatiran mengenai perannya dalam mempercepat penyebaran api.

Dalam konferensi pers yang sama, Tang mengungkapkan bahwa alarm kebakaran di kompleks tersebut tidak bekerja dengan baik. Ia memperkirakan proses investigasi dapat berlangsung selama tiga hingga empat minggu. (CNN/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya