Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kebakaran hebat yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong, menjadi salah satu bencana paling mematikan di wilayah itu dalam beberapa tahun terakhir. Insiden yang terjadi pada Rabu (26/11) malam waktu setempat tersebut menimbulkan puluhan korban jiwa dan ratusan orang masih belum ditemukan, termasuk sejumlah warga negara Indonesia.
Berikut rangkuman 10 fakta utama mengenai peristiwa tragis tersebut:
Sumber api pertama kali terdeteksi di Wang Cheong House, sebuah menara 32 lantai yang tengah mengalami renovasi. Menurut Fire Services Department (FSD), perancah bambu serta jaring pelindung sudah dalam kondisi terbakar ketika tim pertama tiba di lokasi. Material yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar ke struktur lain.
Perambatan api terjadi sangat cepat. Dari total delapan blok menara di Wang Fuk Court, tujuh di antaranya ikut dilalap api. Kompleks ini dihuni lebih dari 4.000 jiwa, sebagian besar berusia lanjut, membuat proses evakuasi menjadi sangat kompleks dan memakan waktu.
Penyelidik menemukan adanya panel polistirena yang menutupi jendela sejumlah unit apartemen. Material tersebut dinilai “sangat mudah terbakar” dan mempercepat rambatan api. Polisi Hong Kong telah menahan tiga pekerja konstruksi atas dugaan kelalaian berat. Beredar pula video pekerja merokok di area renovasi yang disinyalir menjadi pemicu awal.
Hingga Kamis malam, sedikitnya 279 penghuni masih berstatus hilang. Petugas menyatakan sebagian lokasi sudah teridentifikasi, tetapi suhu ekstrem dan bangunan yang rapuh membuat akses sangat berbahaya.
FSD mengonfirmasi bahwa 55 orang meninggal dunia, termasuk seorang petugas pemadam berusia 37 tahun. Selain itu, sedikitnya 66 orang menjalani perawatan di rumah sakit; 17 dalam kondisi kritis dan 24 lainnya dalam status serius. Dua petugas pemadam juga mengalami cedera akibat kelelahan dan reruntuhan.
KJRI Hong Kong memastikan empat WNI terdampak langsung: dua meninggal dunia dan dua luka-luka. Seluruhnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik. KJRI menyediakan pendampingan, tempat penampungan sementara, serta bantuan logistik, dan tengah mengurus repatriasi jenazah serta pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan korban.
Meski ratusan petugas dan puluhan kendaraan pemadam diterjunkan, proses evakuasi dinilai lambat oleh sebagian warga. Mereka menilai mobilisasi ke blok-blok lain seharusnya lebih cepat dilakukan setelah api pertama terdeteksi.
John Lee, Pemimpin Hong Kong, menyebut kebakaran ini sebagai “bencana besar.” Ia menegaskan pemerintah akan memusatkan seluruh tenaga untuk penyelamatan, perawatan korban, hingga investigasi mendalam terkait penyebab kebakaran.
Presiden China Xi Jinping turut memberikan pernyataan resmi. Ia menyampaikan belasungkawa serta memerintahkan pejabat pusat dan Kantor Penghubung China di Hong Kong untuk memberikan dukungan penuh bagi operasi penyelamatan dan bantuan bagi keluarga korban.
Ratusan keluarga kini harus tinggal di penampungan darurat. Banyak unit apartemen rusak total dan tidak layak huni. Kondisi ini memperparah krisis perumahan Hong Kong yang sudah berlangsung lama. Sejumlah warga mengaku keluar hanya dengan pakaian di badan, meninggalkan seluruh harta benda serta hewan peliharaan. (MetrotvNews/Z-10)
Otoritas Hong Kong memerintahkan pelepasan jaring scaffolding setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan 159 orang.
PEMIMPIN Hong Kong, John Lee, Selasa (2/12), mengumumkan pembentukan komite independen yang dipimpin hakim untuk menyelidiki penyebab tragedi kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court.
Pemerintah Hong Kong berjanji mengusut tuntas dugaan penggunaan material tidak standar dan menindak pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.
Sedikitnya 146 orang tewas dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Hong Kong. Lebih dari 150 orang masih hilang, dan penyelidikan korupsi terkait renovasi gedung berlanjut.
Hong Kong, Sabtu (29/11), memberlakukan masa berkabung selama tiga hari menyusul kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan 128 orang.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat setelah perancah di dinding luar bangunan terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong mengonfirmasi bahwa 129 warga negara Indonesia (WNI) berhasil selamat dari peristiwa kebakaran.
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah kompleks apartemen di Hong Kong kembali meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved