Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Puluhan Masih Terperangkap, 55 Orang Dilaporkan Tewas dalam Tragedi Kebakaran Apartemen di Hong Kong

Fajar Nugraha
27/11/2025 18:54
Puluhan Masih Terperangkap, 55 Orang Dilaporkan Tewas dalam Tragedi Kebakaran Apartemen di Hong Kong
Asap masih terlihat dari apartemen yang terbakar di Hong Kong.(EPA)

JUMLAH korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah kompleks apartemen di Hong Kong kembali meningkat. Otoritas setempat menyatakan bahwa sedikitnya 55 orang telah meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dilaporkan terjebak di dalam bangunan.

Pihak berwenang pada Kamis (27/11) juga mengumumkan penangkapan tiga orang seiring bertambahnya korban jiwa dalam insiden yang terjadi di sebuah gedung bertingkat di Distrik Tai Po, wilayah timur laut Hong Kong.

Upaya Pemadaman Masih Berlangsung

Hingga Kamis sore, petugas pemadam kebakaran masih berjuang menaklukkan api yang berkobar dengan skala lima alarm di kompleks perumahan umum tersebut. Kepulan asap pekat terus membubung dari gedung setinggi 32 lantai itu, sementara perancah bambu yang membalut bangunan tampak mulai runtuh dan memercikkan api.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Rabu, 26 November 2025, sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Api diyakini muncul dari salah satu menara hunian sebelum merambat cepat ke lantai-lantai di atasnya. Banyak penghuni terjebak karena asap dengan cepat mengisi koridor dan unit tempat tinggal.

Kisah Menegangkan Para Penghuni

Beberapa warga mengisahkan detik-detik mencekam ketika asap mulai memasuki unit mereka. Pasangan lansia penghuni Wang Fuk Court, Tong Ping Moon (74) dan istrinya, sempat bersembunyi di kamar mandi lantai 10. Keduanya menutup wajah dengan handuk basah sambil menunggu penyelamatan hingga petugas tiba sekitar pukul 18.00.

“Kami benar-benar beruntung. Keadaannya gelap total. Kami tak mungkin selamat jika memaksa keluar sendiri,” kata Tong kepada The Straits Times.

Di luar gedung, sejumlah warga menunggu dengan cemas sambil menyaksikan kobaran api melalap tempat tinggal mereka. Sze Kam Sang, pria pensiunan berusia 70-an, bergegas pulang setelah diberi tahu oleh istrinya bahwa unit mereka di lantai 19 mungkin terkena dampak. Ia mengaku pernah mengalami insiden kebakaran kecil sebelumnya, namun tidak pernah seburuk ini. Ia juga menyebut bahwa gedung tersebut sedang menjalani renovasi besar pertama dalam 40 tahun, lengkap dengan perancah bambu yang memenuhi fasad bangunan.

Banyak penghuni lain yang sementara waktu kehilangan tempat tinggal. Lam Chi-Tong (71), seorang petugas kebersihan, menerima kabar kebakaran dari putranya pada pukul 16.00. Ia pulang tergesa-gesa, namun mendapati gedung yang telah ia huni selama tiga dekade itu turut dilalap api. “Saya tinggal di sini selama 30 tahun. Sekarang saya hanya bisa duduk dan menyaksikan,” tuturnya dengan pilu.

Pihak berwenang telah mengerahkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ambulans untuk memadamkan api sekaligus mengevakuasi korban yang masih tertahan di dalam bangunan. Hingga kini, operasi penyelamatan masih berlangsung dan kondisi gedung terus diawasi ketat karena risiko runtuhan yang meningkat akibat struktur bangunan yang hangus terbakar. (MetroTvnews/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik