Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

KJRI Bentuk Tim Koordinasi Pemulangan Jenazah Korban Kebakaran Hong Kong

Media Indonesia
30/11/2025 14:42
KJRI Bentuk Tim Koordinasi Pemulangan Jenazah Korban Kebakaran Hong Kong
Kebakaran apartemen di Hong Kong.(Al Jazeera)

KONSULAT Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong membentuk tim koordinasi keluarga untuk membantu pemulangan jenazah WNI korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Tai Po pekan ini. Ini dikatakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

"Tim Family Engagement ini tugasnya untuk repatriasi jenazah, menyampaikan penjelasan kapan kepulangan jenazah, dan detail-detail lain agar para keluarga memperoleh informasi," kata Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang ditemui usai agenda jalan santai Walk for Palestine oleh Kemenlu RI di Jakarta, Minggu (30/11).

Yvonne menyatakan tim tersebut bertugas memastikan semua informasi yang diperlukan maupun pertanyaan dari keluarga WNI yang meninggal dunia dalam kebakaran di Hong Kong itu dapat terpenuhi.

KJRI Hong Kong pun menjaga komunikasi dengan keluarga korban, karena kejelasan informasi terkait kondisi kerabat mereka hingga proses pemulangan jenazah ke tanah air amat penting bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Komunikasi oleh KJRI Hong Kong masih intensif lewat panggilan video, panggilan telepon, semua masih terus dilakukan," katanya.

Terkait proses identifikasi jenazah korban kebakaran, Yvonne mengatakan bahwa sejumlah korban WNI telah berhasil diidentifikasi. Namun, identifikasi sejumlah korban lain kemungkinan akan memerlukan sampel DNA dari keluarga untuk mempermudah prosesnya.

Mengingat proses identifikasi maupun koordinasi dengan pihak setempat masih berjalan, Jubir Kemenlu itu berkata bahwa kapan jenazah WNI tersebut dapat direpatriasi dari Hong Kong ke tanah air masih belum dapat dipastikan.

Hingga Sabtu (29/11), tujuh WNI dipastikan meninggal dunia dalam kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court di Hong Kong. Demikian menurut KJRI Hong Kong yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Terdapat 140 WNI, semuanya PMI di sektor domestik, diketahui bekerja di Wang Fuk Court, dan 61 di antaranya telah dikonfirmasi kondisinya.

Kebakaran besar yang melanda kompleks hunian Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11), menyebabkan sekurangnya 128 orang tewas, 79 orang terluka, dan ratusan lainnya hilang. Sebanyak 11 orang telah ditahan terkait kasus kebakaran besar ini. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya