Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Korban Tewas Kebakaran Wang Fuk Court Bertambah, Ratusan Warga Masih Hilang

Ferdian Ananda Majni
27/11/2025 11:25
Korban Tewas Kebakaran Wang Fuk Court Bertambah, Ratusan Warga Masih Hilang
Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di blok apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong, 27 November 2025.(AFP/PETER PARKS )

KEBAKARAN besar yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong belum sepenuhnya dapat dikendalikan hingga Kamis (26/11) pagi. 

Jumlah korban tewas meningkat menjadi 44 orang, sementara 279 penduduk masih dinyatakan hilang. Tragedi ini menjadi kebakaran paling mematikan di kota tersebut sejak 1962.

Petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam, namun upaya mencapai lantai atas gedung setinggi 32 lantai itu terhambat oleh suhu ekstrem dan asap tebal. 

Polisi menyebut empat blok bangunan telah berada dalam kondisi terkendali, meski beberapa titik api masih menyala di bagian lain.

Tiga pria dari perusahaan konstruksi yang tengah melakukan pekerjaan pemeliharaan di gedung tersebut ditangkap terkait dugaan kelalaian.

Penyelidikan Polisi dan Penangkapan Tiga Pekerja

Senior superintendent Kepolisian Hong Kong, Eileen Chung, mengatakan penyelidikan kini difokuskan pada perusahaan yang menangani perawatan bangunan. Ia menegaskan adanya dugaan kelalaian fatal. 

"Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa pihak yang bertanggung jawab di perusahaan itu sangat lalai, yang menyebabkan kecelakaan ini dan membuat api menyebar tanpa terkendali, mengakibatkan banyak korban," katanya.

Chung menyatakan tiga pria tersebut ditangkap di distrik Tai Po, Ngau Tau Kok dan San Po Kong sekitar pukul 02.00 dini hari. Selain menelusuri sumber kebakaran, otoritas juga memeriksa material eksterior gedung yang diduga mempercepat penjalaran api.

Jumlah Korban Hilang Bisa Bertambah

Seorang polisi yang berjaga di tempat penampungan sementara mengatakan kepada AFP bahwa jumlah orang hilang masih berubah, karena warga terus melapor hingga larut malam mengenai anggota keluarga yang belum ditemukan.

Di lokasi kejadian, rangka perancah yang hangus terlihat runtuh dari blok-blok yang terbakar, sementara kobaran api masih muncul dari unit-unit apartemen. Asap dan api yang menyembur dari jendela menciptakan cahaya oranye menyala yang memantul ke bangunan sekitar.

Pemadam Kebakaran Hadapi Hambatan Serius

Wakil direktur operasi dinas pemadam kebakaran, Derek Armstrong Chan, menjelaskan bahwa tim pemadam masih menghadapi tantangan besar di sejumlah titik. 

"Suhu di lokasi sangat tinggi dan ada beberapa lantai yang tidak dapat kami jangkau untuk menolong orang-orang yang meminta bantuan, tetapi kami akan terus mencoba," sebutnya.

Ia menambahkan bahwa angin dan serpihan material yang terbawa udara kemungkinan menyebabkan api merambat ke bangunan lain, meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

Reaksi Pemerintah Tiongkok dan Hong Kong

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, menyampaikan belasungkawa kepada para korban, termasuk para petugas pemadam kebakaran yang gugur. 

Media CCTV melaporkan bahwa Xi menyampaikan simpati kepada keluarga para korban dan mereka yang terdampak bencana, serta menyerukan agar segala upaya dilakukan untuk memadamkan api dan meminimalkan korban jiwa serta kerugian.

Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengatakan dirinya sangat berduka dan memastikan seluruh lembaga pemerintah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak kebakaran. (AFP/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya