Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hong Kong Berlakukan Masa Berkabung Tiga Hari setelah Kebakaran di Wang Fuk Court

Dhika Kusuma Winata
29/11/2025 12:11
Hong Kong Berlakukan Masa Berkabung Tiga Hari setelah Kebakaran di Wang Fuk Court
Kebakaran di Hong Kong(Sosial Media X )

HONG Kong, Sabtu (30/11), memasuki masa berkabung resmi selama tiga hari, menyusul kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan sedikitnya 128 orang. Peristiwa itu menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah Hong Kong.

Upacara dimulai dengan hening cipta selama tiga menit yang dipimpin Pemimpin Hong Kong John Lee bersama para menteri dan pejabat tinggi di halaman kantor pemerintahan, dengan bendera China dan Hong Kong dikibarkan setengah tiang.

Sejak pagi buta, warga telah mendatangi sisa bangunan yang menghitam di Wang Fuk Court untuk meletakkan bunga dan pesan belasungkawa.

“Semoga ruh kalian di surga senantiasa merawat kebahagiaan,” tulis sebuah catatan yang tergeletak di dekat puing gedung.

Pemerintah membuka titik-titik ucapan duka di seluruh kota untuk memberi ruang bagi masyarakat menandatangani buku belasungkawa.

Sementara itu, keluarga korban masih menyisir rumah sakit dan pusat identifikasi, berharap menemukan kerabat mereka yang hingga kini masih hilang. Sekitar 200 orang tercatat belum ditemukan dan 89 jenazah belum teridentifikasi.

Pada Jumat lalu, delapan orang ditangkap oleh otoritas terkait kebakaran tersebut. Penangkapan itu menjadikan kasus ini sebagai kebakaran hunian terburuk di dunia sejak 1980. Api yang muncul pada Rabu sore itu merambat cepat di kawasan Tai Po, membakar habis tujuh dari delapan menara hunian di kompleks padat tersebut.

Penyebab pasti masih diselidiki tetapi temuan awal mengarah pada titik awal api di bagian jaring perlindungan lantai bawah salah satu menara. Papan busa yang mudah terbakar dan perancah bambu mempercepat penyebaran api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Andy Yeung, mengungkapkan sistem alarm kebakaran di delapan blok apartemen tidak berfungsi dan berjanji menindak kontraktor yang bertanggung jawab.

Warga sebelumnya mengaku tidak mendengar alarm apa pun dan terpaksa mengetuk pintu dari unit ke unit untuk memperingatkan tetangga.

Seorang pria bermarga Fung mengatakan ia terus datang ke lokasi mencari ibu mertuanya yang berusia 80 tahun.

“Dia sedang mengonsumsi antibiotik jadi ia selalu tertidur. Tidak ada alarm kebakaran, jadi dia mungkin tidak tahu ada kebakaran,” tuturnya.

Lembaga antikorupsi menjelaskan delapan orang yang ditangkap merupakan konsultan, subkontraktor perancah dan seorang perantara proyek. Sementara itu, pada Kamis lalu polisi telah menahan tiga orang atas dugaan kelalaian meninggalkan kemasan busa di lokasi sebelum kebakaran.

Hingga Jumat, puluhan korban masih dirawat di rumah sakit, sebelas di antaranya dalam kondisi kritis dan 21 lainnya serius. (AFP/H-4)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya