Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hong Kong Perintahkan Pelepasan Jaring Scaffolding Setelah Kebakaran Mematikan Tewaskan 159 Orang

Thalatie K Yani
04/12/2025 06:16
Hong Kong Perintahkan Pelepasan Jaring Scaffolding Setelah Kebakaran Mematikan Tewaskan 159 Orang
Otoritas Hong Kong memerintahkan pelepasan jaring scaffolding setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan 159 orang. (Hong Kong Police)

OTORITAS Hong Kong memerintahkan pelepasan seluruh jaring scaffolding pada bangunan yang sedang direnovasi paling lambat Sabtu. Pelepasan itu menyusul investigasi atas kebakaran paling mematikan di wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Jumlah korban tewas akibat kebakaran yang terjadi Rabu pekan lalu di kompleks perumahan Wang Fuk Court kini mencapai 159 orang, sementara 31 lainnya masih hilang. Penyelidikan awal menemukan adanya jaring pelindung di sekitar bangunan yang tidak memenuhi standar tahan api, padahal kompleks tersebut sedang menjalani renovasi besar-besaran.

Sekretaris Pembangunan Bernadette Linn Hon-ho menyatakan pedoman baru untuk pengujian material scaffolding akan diterbitkan pekan depan. Saat ini, sekitar 200 gedung residensial swasta dan 10 bangunan publik tengah direnovasi di Hong Kong. South China Morning Post melaporkan sekitar 300 bangunan diperkirakan terdampak oleh perintah pelepasan jaring tersebut.

“Saya memastikan kepada publik bahwa kami akan menuntut pertanggungjawaban para kontraktor yang menggunakan jaring scaffolding tidak standar hingga tuntas,” ujar Linn. Ia menambahkan sampel material telah diambil untuk diuji.

Menurut pejabat setempat, kobaran api di Wang Fuk Court menyebar sangat cepat karena jaring pelindung dan material mudah terbakar lain yang menempel pada bagian luar gedung. Kebakaran itu melalap beberapa blok menara dalam waktu singkat.

Polisi telah menangkap sedikitnya 15 orang atas dugaan pembunuhan tidak berencana terkait penyelidikan penyebab kebakaran. Pada Rabu, polisi menyatakan pencarian di bagian dalam tujuh blok gedung telah selesai, dan pencarian akan dilanjutkan ke area lain, termasuk sisa-sisa scaffolding bambu.

“Kami belum menyelesaikan pekerjaan kami,” kata Komisaris Polisi Joe Chow. “Seperti yang Anda lihat… banyak bambu yang jatuh. Kami perlu memastikan apakah ada jenazah yang tertutup oleh bambu tersebut.”

Ia menambahkan 140 dari 159 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Korban terdiri dari 49 laki-laki dan 91 perempuan, dengan rentang usia 1 hingga 97 tahun, menurut laporan Radio Television Hong Kong.

Di tengah investigasi yang terus berjalan, tragedi itu meninggalkan duka mendalam bagi para penyintas.  (BBC/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik