Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN mematikan di sebuah kompleks apartemen di Hong Kong diduga menyebar cepat karena bangunan diselimuti perancah bambu. Bambu menjadi material tradisional yang belakangan mulai dihentikan penggunaannya oleh otoritas setempat karena alasan keamanan.
Insiden di kompleks hunian Wang Fuk Court, Tai Po, New Territories, menjadi kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade. Api melalap delapan menara hunian berlantai 31 yang menampung sekitar 2.000 unit apartemen dan dihuni sekitar 4.800 orang.
Penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun perancah bambu dan jaring konstruksi berwarna hijau yang membungkus bangunan diduga berkontribusi mempercepat penjalaran api di antara unit apartemen.
Hong Kong merupakan salah satu dari sedikit wilayah di dunia yang masih menggunakan bambu secara luas untuk konstruksi. Lintasan bambu yang terikat dengan rapi menggunakan ikatan plastik dan melingkupi gedung-gedung tinggi telah menjadi pemandangan ikonik kota tersebut.
Bambu dihargai karena lebih ringan dan lebih murah dibandingkan bahan logam. Penggunaannya juga dianggap sebagai seni tersendiri, bahkan menara bambu pernah digambarkan dalam gulungan lukisan Dinasti Han ribuan tahun lalu. Tanaman ini melimpah di wilayah selatan Tiongkok, meski sebagian besar lokasi konstruksi di daratan kini telah beralih memakai perancah metal.
Pada Maret lalu, pemerintah Hong Kong mengumumkan rencana untuk mulai menghentikan penggunaan bambu dan beralih ke baja tahan api. Sebanyak 50% proyek konstruksi publik diwajibkan beralih ke rangka logam. Selain lebih tahan terhadap api, baja juga lebih kuat menahan kelembapan tinggi yang menjadi karakteristik cuaca Hong Kong.
Data resmi mencatat 23 orang meninggal sejak 2018 akibat kecelakaan industri yang melibatkan perancah bambu.
Namun Hong Kong and Kowloon Bamboo Scaffolding Workers Union menyatakan keberatan atas rencana penghentian tersebut. Serikat pekerja menyebut keunikan ukuran dan bentuk batang bambu menuntut keahlian khusus dari para “ahli bambu” dalam merangkai struktur yang aman. Mereka khawatir mata pencaharian akan hilang jika penggunaan rangka baja diterapkan sepenuhnya. (The Guardian/Z-2)
Otoritas Hong Kong memerintahkan pelepasan jaring scaffolding setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan 159 orang.
PEMIMPIN Hong Kong, John Lee, Selasa (2/12), mengumumkan pembentukan komite independen yang dipimpin hakim untuk menyelidiki penyebab tragedi kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court.
Pemerintah Hong Kong berjanji mengusut tuntas dugaan penggunaan material tidak standar dan menindak pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.
Sedikitnya 146 orang tewas dalam kebakaran besar di kompleks Wang Fuk Court, Hong Kong. Lebih dari 150 orang masih hilang, dan penyelidikan korupsi terkait renovasi gedung berlanjut.
Hong Kong, Sabtu (29/11), memberlakukan masa berkabung selama tiga hari menyusul kebakaran di Wang Fuk Court yang menewaskan 128 orang.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat setelah perancah di dinding luar bangunan terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved