Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hebat terjadi di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong menyebabkan setidaknya 55 orang tewas, termasuk dua pekerja rumah tangga (PRT) Indonesia, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun yang gugur saat bertugas dan 279 orang hilang.
Kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/11) sore itu kini menjadi insiden kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
Kebakaran pertama kali dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat setelah perancah di dinding luar bangunan terbakar hebat dan mengeluarkan asap tebal.
Pada tahap awal, petugas menggunakan dua selang dan dua tim penembus asap untuk memadamkan api, namun banyak penghuni terjebak di unit masing-masing dan meminta bantuan.
10 menit kemudian, status kebakaran dinaikkan ke Level 3. Pukul 15.34, kebakaran meningkat menjadi Level 4, disertai penyebaran api ke bangunan sekitar dan terdengarnya beberapa ledakan.
Pukul 06.22 pagi, status kebakaran kembali dinaikkan menjadi Level 5, menandakan tingkat darurat tertinggi. Sekitar pukul 17.00, beberapa bangunan di Wang Fuk Court terus dilalap api, dengan banyak unit yang terbakar dan pagar perancah ikut hangus.
Tepat pukul 06.35 pagi waktu setempat, kobaran api kembali membesar disertai beberapa ledakan, dan lidah api terlihat menyembur ke udara.
Polisi menangkap tiga pria berusia 52 hingga 68 tahun pada Kamis (27/11) dini hari atas dugaan pembunuhan tidak berencana. Mereka dilaporkan merupakan seorang konsultan teknik dan dua direktur perusahaan konstruksi.
Dalam konferensi pers pada pukul 06.00, Senior Superintendent Eileen Chung menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran mencurigai bahwa jaring, kanvas, serta lapisan plastik pada bangunan tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran.
Chung menambahkan bahwa polisi menemukan papan Styrofoam dipasang di luar jendela lobi lift di setiap lantai gedung satu-satunya yang tidak terkena dampak kebakaran.
“Semua orang tahu bahwa Styrofoam adalah bahan mudah terbakar dan dapat mempercepat penyebaran api,” ujar Chung dikutip dari hongkongfp, Kamis.
“Diduga material tersebut menjadi salah satu penyebab api menyebar dengan cepat,” tambahnya.
Investigasi awal menunjukkan bahwa papan Styrofoam tersebut dipasang oleh perusahaan konstruksi selama pekerjaan perbaikan. Polisi percaya para direktur perusahaan terlibat dalam kelalaian serius yang menyebabkan kebakaran dan cepatnya api menjalar.
Pada Kamis pagi, polisi menggerebek kantor perusahaan tersebut di San Po Kong dan menyita dokumen berlabel nama berbagai kompleks perumahan di seluruh Hong Kong. (Z-4)
Sumber: hongkongfp dan news.mingpao
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved