Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Hong Kong Bentuk Komite Independen Usut Kebakaran Maut Apartemen Wang Fuk Court

Dhika Kusuma Winata
02/12/2025 14:41
Hong Kong Bentuk Komite Independen Usut Kebakaran Maut Apartemen Wang Fuk Court
kompleks apartemen Wang Fuk Court, setelah kebakaran mematikan di Distrik Tai Po, Hong Kong(Al Jazeera)

PEMIMPIN Hong Kong, John Lee, Selasa (2/12), mengumumkan pembentukan komite independen yang dipimpin hakim untuk menyelidiki penyebab tragedi kebakaran di Apartemen Wang Fuk Court.

Jumlah korban kini bertambah dengan sedikitnya 151 orang tewas. Otoritas sebelumnya menyatakan api menjalar cepat melalui jaring penutup perancah di bagian luar gedung yang ternyata tidak memenuhi standar ketahanan api sehingga gagal menahan laju kobaran.

“Saya akan membentuk komite independen untuk melakukan tinjauan menyeluruh dan mendalam, mereformasi sistem pekerjaan bangunan, dan mencegah tragedi serupa terjadi lagi,” kata Lee dalam konferensi pers.

Komite itu akan dipimpin seorang hakim. Hong Kong sendiri memiliki mekanisme commission of inquiry sejak era kolonial Inggris namun Lee memilih istilah berbeda, yakni independent committee.

Lee menegaskan sejumlah kelemahan sudah teridentifikasi, mulai dari aspek keselamatan hingga pengawasan.

“Kita harus bertindak serius memastikan semua celah ini ditutup, dan pihak yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kekurangan akan ditangani, hambatan akan dibereskan,” ujarnya.

“Seluruh sistem renovasi bangunan akan direformasi agar kejadian seperti ini tidak terulang," imbuh Lee.

Hingga kini, 14 orang telah ditangkap dalam penyelidikan gabungan oleh kepolisian dan komisi antikorupsi Hong Kong. Sebanyak 13 di antaranya dicurigai melakukan tindak pidana pembunuhan akibat kelalaian.

“Para pelaku mencoba mencampur jaring berkualitas buruk dengan jaring standar agar bisa mengecoh pemeriksa dan aparat penegak hukum,” kata Lee.

Tragedi itu memicu gelombang duka sekaligus tuntutan akuntabilitas. Namun laporan media lokal menyebut sejumlah warga yang menuntut jawaban justru ikut ditangkap.

Miles Kwan, seorang mahasiswa berusia 24 tahun, diketahui ikut ditahan atas dugaan menghasut setelah membagikan selebaran yang menuntut pertanggungjawaban pemerintah.

Petisi daring yang memuat empat tuntutan Kwan, termasuk pembentukan penyelidikan independen, sempat meraih lebih dari 10.000 tanda tangan dalam sehari sebelum hilang dari peredaran.

Dua orang lain, termasuk mantan anggota dewan distrik Kenneth Cheung, juga dibawa polisi. Soal penangkapan itu, Lee mengatakan tidak akan menoleransi kejahatan apa pun, terutama yang memanfaatkan tragedi tersebut.

Kebakaran di Wang Fuk Court tercatat sebagai kebakaran gedung hunian paling mematikan di dunia sejak 1980. Polisi sejauh ini telah melakukan pencarian di lima dari tujuh menara yang terbakar. (AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya