Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan 65 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jalisco, Meksiko, dalam kondisi aman menyusul situasi keamanan yang memburuk setelah tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera.
Sebanyak 45 WNI tercatat berada di Negara Bagian Jalisco, wilayah yang menjadi pusat ketegangan antara kartel dan militer. Seluruh WNI dilaporkan masih dalam kondisi aman.
“Catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan,” kata juru bicara Kemenlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, Selasa (24/2).
“Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” ujar Vahd.
KBRI Mexico City terus memantau perkembangan situasi dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI.
Pemerintah juga mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar rumah hingga kondisi benar-benar kondusif serta menjaga komunikasi dengan KBRI.
Untuk WNI yang berencana melakukan perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, Kemenlu menyarankan agar menunda keberangkatan sampai situasi keamanan dinyatakan stabil. (P-4)
Anggota DPR menanggapi situasi keamanan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko, menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba El Mencho.
Penangkapan berujung tewasnya bos kartel El Mencho memicu gelombang "narcobloqueos" di Jalisco. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan dunia.
Kematian gembong narkoba paling dicari, El Mencho, memicu gelombang kekerasan masif di Meksiko. Blokade jalan, pembakaran bus, hingga bandara mencekam.
"Seperti zona perang," ujar saksi mata saat Kartel Jalisco (CJNG) mengamuk di Puerto Vallarta pasca-tewasnya El Mencho.
Gelombang kekerasan melanda 20 negara bagian Meksiko setelah tewasnya bos kartel El Mencho. Ribuan tentara dikerahkan untuk memulihkan keamanan nasional.
OPERASI militer yang menewaskan gembong narkoba paling diburu di Meksiko, Nemesio Oseguera alias El Mencho, terungkap bermula dari pelacakan terhadap salah satu kekasihnya.
Ia mengakui adanya kerusuhan pasca-operasi dan merujuk laporan Kementerian Pertahanan tentang 'berbagai blokade dan reaksi lain.'
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved