Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Meksiko Dilanda Gejolak, Bagaimana Nasibnya sebagai Tuan Rumah Piala Dunia?

Dhika Kusuma Winata
25/2/2026 20:48
Meksiko Dilanda Gejolak, Bagaimana Nasibnya sebagai Tuan Rumah Piala Dunia?
Piala Dunia 2026 di Meksiko.(Al Jazeera)

GELOMBANG kekerasan kartel narkoba mengguncang Guadalajara, salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026 di Meksiko. Kerusuhan yang dipicu tewasnya gembong narkoba Nemesio El Mencho Oseguera itu memunculkan tanda tanya besar terhadap kesiapan Meksiko menyambut pesta sepak bola tersebut.

Bos Kartel Jalisco Generasi Baru itu dilumpuhkan dalam penggerebekan di peternakan sekitar 130 kilometer dari Guadalajara. Kematian El Mencho memicu aksi balasan brutal di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Negara Bagian Jalisco tersebut.

Selama dua hari, kota terbesar kedua di Meksiko itu berada dalam situasi nyaris lumpuh. Anggota kartel memblokade jalan, membakar kendaraan dan bangunan usaha, serta terlibat baku tembak dengan aparat keamanan.

Sedikitnya 27 personel keamanan dan 46 anggota kartel tewas dalam rangkaian bentrokan. Seorang warga sipil juga dilaporkan menjadi korban.

Padahal, Guadalajara dijadwalkan menjadi salah satu dari tiga kota tuan rumah di Meksiko, bersama Mexico City dan Monterrey, untuj Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada mulai Juni nanti.

Dua pertandingan sepak bola di Jalisco, satu laga divisi dua dan satu pertandingan liga utama sepak bola putri, sempat dibatalkan akibat situasi keamanan.

Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan situasi telah terkendali. Ia menyatakan tidak ada risiko bagi suporter yang akan menghadiri pertandingan dan menjanjikan jaminan penuh atas keamanan para pelancong yang akan menonton langsung Piala Dunia.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan tetap yakin terhadap kesiapan Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 meski negara itu baru saja diguncang gelombang kekerasan kartel narkoba. Guadalajara tidak dicoret sebagai tuan rumah.

"Sangat meyakinkan, semuanya baik. Ini akan menjadi spektakuler," ujar Infantino.

Guadalajara dijadwalkan menggelar empat laga fase grup, termasuk duel bergengsi Uruguay melawan Spanyol. Kota itu juga akan berbagi peran dengan Monterrey untuk menggelar playoff penentuan dua tiket terakhir Piala Dunia pada akhir Maret.

Isu keamanan di Meksiko bukan hal baru. Data resmi mencatat lebih dari 12.575 orang hilang di negara bagian Jalisco, dengan lebih dari separuh kasus berasal dari wilayah metropolitan Guadalajara. Kasus orang hilang di sana kerap terkait perekrutan oleh kelompok kriminal.

Sebagian keluarga korban penghilangan paksa bahkan memandang penyelenggaraan Piala Dunia dengan getir. 

"Saya tidak merasa ada yang perlu dirayakan. Ini situasi yang terasa sangat ganjil," kata Carmen Ponce, yang kehilangan saudaranya pada 2020. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya