Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Diiringi Musik "Narcocorridos", Gembong Narkoba El Mencho Dimakamkan dalam Peti Emas

Thalatie K Yani
04/3/2026 05:38
Diiringi Musik
Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes, pemimpin kartel CJNG, dimakamkan dengan pengawalan ketat militer. (AFP)

NEMESIO Oseguera Cervantes, gembong narkoba paling dicari di Meksiko yang dikenal dengan julukan "El Mencho", akhirnya dimakamkan pada Senin waktu setempat. Pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) tersebut disemayamkan dalam sebuah peti mati berwarna emas setelah tewas dalam baku tembak sengit dengan pasukan khusus Meksiko akhir Februari lalu.

Pria berusia 59 tahun itu tewas akibat luka tembak saat unit elit militer mengepung persembunyiannya di sebuah country club di negara bagian Jalisco. Kematian pendiri CJNG ini mengakhiri perburuan panjang terhadap sosok yang kepalanya dihargai sebesar US$15 juta (sekitar Rp235 miliar) oleh pemerintah Amerika Serikat.

Pengawalan Ketat dan Lautan Bunga

Prosesi pemakaman yang berlangsung di pinggiran Guadalajara, basis kuat kartel tersebut, dijaga ketat oleh personel Garda Nasional dan militer bersenjata lengkap. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan atau upaya kelompok rival menodai makam sang gembong.

Meski dijaga ketat, arus pengiriman bunga tanda penghormatan terus mengalir tanpa henti. AFP melaporkan setidaknya dibutuhkan lima truk untuk mengangkut seluruh karangan bunga ke pemakaman. Salah satu hiasan bunga yang mencolok berbentuk seekor ayam jantan, merujuk pada kegemaran El Mencho terhadap sabung ayam.

Prosesi menuju liang lahat pun kental dengan budaya kartel, diiringi oleh grup musik yang memainkan ranchero dan narcocorridos, lagu-lagu tradisional Meksiko yang liriknya memuja kehidupan para bos narkoba. Lagu "El Muchacho Alegre" bergema saat peti emas El Mencho tiba di kapel pemakaman.

Akhir yang Sederhana di Tanah Biasa

Menariknya, meski menggunakan peti emas, lokasi pemakaman El Mencho tergolong sederhana. Berbeda dengan gembong narkoba lain yang biasanya membangun mausoleum megah dan mewah, makam El Mencho hanya berupa petak tanah biasa yang terletak di samping pos militer di Zapopan.

Kematian El Mencho dipandang sebagai kemenangan besar bagi pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum, yang tengah berada di bawah tekanan Presiden AS Donald Trump untuk lebih agresif memerangi perdagangan narkoba lintas batas.

Bayang-bayang Kekerasan Susulan

Kematian sang pemimpin sempat memicu gelombang kekerasan balasan di 20 negara bagian Meksiko, yang menelan setidaknya 70 korban jiwa. Para anggota kartel melakukan blokade jalan dan membakar kendaraan sebagai bentuk protes atas tewasnya pemimpin mereka.

Kini, para analis keamanan mengkhawatirkan terjadinya kekosongan kekuasaan. Dengan jumlah anggota mencapai puluhan ribu orang, terdapat risiko besar munculnya perang saudara antar faksi di dalam internal CJNG untuk memperebutkan kendali organisasi kriminal transnasional tersebut. (BBC/AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya