Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

El Mencho Tewas, Kartel CJNG Lumpuhkan 20 Negara Bagian Meksiko

Thalatie K Yani
24/2/2026 05:55
El Mencho Tewas, Kartel CJNG Lumpuhkan 20 Negara Bagian Meksiko
Kematian gembong narkoba paling dicari, El Mencho, memicu gelombang kekerasan masif di Meksiko. Blokade jalan, pembakaran bus, hingga bandara mencekam.(AFP)

GELOMBANG kekerasan masif melanda Meksiko setelah tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho", pemimpin kartel narkoba paling ditakuti, Jalisco New Generation Cartel (CJNG). Anggota kartel melancarkan aksi balas dendam di 20 negara bagian dengan membakar bisnis dan membangun blokade api.

El Mencho, pria paling dicari di Meksiko, mengembuskan napas terakhir dalam tahanan pada Minggu (22/2) waktu setempat. Ia mengalami luka parah dalam baku tembak sengit antara pengawal pribadinya dan komando militer saat operasi penangkapan di Tapalpa, Jalisco. Gembong tersebut tewas saat dalam perjalanan menuju ibu kota, Mexico City.

Operasi militer ini juga menewaskan enam pengawal El Mencho, sementara tiga anggota militer dilaporkan terluka.

Teror di Kota-Kota Besar dan Bandara

Segera setelah kabar kematian sang pemimpin tersebar, anggota CJNG meluncurkan serangan sistematis. Di berbagai kota, mereka memblokir jalan dengan ranjau paku serta membakar bus dan kendaraan umum di tengah jalan. Tak hanya itu, puluhan bank, apotek, dan toko ritel turut menjadi sasaran pembakaran.

Kepanikan luar biasa terjadi di Bandara Guadalajara, salah satu kota tuan rumah Piala Dunia FIFA mendatang. Para pelancong terlihat berlarian dan tiarap di lantai terminal setelah mendengar suara tembakan dari jalan raya dekat bandara. Meski otoritas membantah adanya penembakan di dalam terminal, sebuah mobil hangus ditemukan di akses menuju bandara.

Di Puerto Vallarta, kawasan wisata populer yang dipenuhi turis asing, kepulan asap hitam tampak membumbung tinggi.

"Rasanya seperti berada di zona perang," ujar salah satu turis yang terjebak di lokasi.

Kode Merah dan Krisis Turisme

Gubernur Jalisco menetapkan status "Kode Merah", yang berakibat pada penghentian seluruh transportasi umum, pembatalan acara massal, hingga penutupan sekolah. Di Puerto Vallarta, sekitar 300 wisatawan terdampar setelah penerbangan dibatalkan. Mereka akhirnya dievakuasi ke pusat kota dengan pengawalan ketat kepolisian.

Sara Morales, seorang turis yang sedang berlibur bersama anak-anaknya, menceritakan pengalamannya saat diminta mengosongkan pantai Las Glorias. "Saya sangat takut karena tidak tahu apa yang sedang terjadi," ujarnya kepada surat kabar El Economista.

Pihak berwenang mencatat lebih dari 250 insiden pemblokiran jalan di seluruh wilayah terdampak. Sejauh ini, 25 orang telah ditangkap, di mana 11 di antaranya diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan.

Tekanan Internasional dan Respons Pemerintah

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, memuji keberhasilan pasukan keamanan dalam melumpuhkan El Mencho, namun ia mengimbau warga untuk tetap tenang. Penangkapan ini terjadi di tengah tekanan kuat dari pemerintahan Donald Trump di AS agar Meksiko lebih agresif memberantas kartel transnasional.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa El Mencho adalah target utama karena perannya sebagai pemasok utama fentanil ke Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri AS sebelumnya bahkan menawarkan imbalan sebesar US$15 juta untuk informasi penangkapannya.

Mike Vigil, mantan kepala operasi internasional DEA, menyebut operasi ini sebagai "salah satu tindakan paling signifikan dalam sejarah pemberantasan perdagangan narkoba." Meskipun sebagian besar blokade telah dibersihkan, ketegangan di benteng pertahanan CJNG di Jalisco tetap tinggi. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya