Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
PELARIAN salah satu gembong narkoba paling dicari di dunia, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau yang akrab disapa "El Mencho", berakhir tragis. Pemimpin kartel paling berkuasa di Meksiko, Jalisco New Generation Cartel (CJNG), tewas setelah otoritas keamanan berhasil melacak posisinya melalui sang kekasih.
Menteri Pertahanan Meksiko, Ricardo Trevilla Trejo, mengungkapkan intelijen membuntuti pasangan romantis El Mencho hingga ke sebuah rumah persembunyian di kota pegunungan Tapalpa, sekitar 80 mil dari Guadalajara. Langkah ceroboh sang kekasih membawa militer tepat ke depan pintu kabin kayu tempat persembunyian pria berusia 59 tahun tersebut.
Operasi penangkapan pada Minggu tersebut berlangsung dramatis. Saat militer mengepung area hutan, para pengawal El Mencho memberondong tembakan hingga memaksa sebuah helikopter militer melakukan pendaratan darurat.
El Mencho sempat berusaha melarikan diri ke tengah hutan sebelum akhirnya terluka dalam baku tembak. Ia dinyatakan tewas saat dalam perjalanan menuju fasilitas medis di Mexico City. Dalam insiden ini, tujuh anak buahnya tewas, sementara dua tentara terluka.
Kematian sang pemimpin memicu gelombang kekerasan balasan dari anggota kartel di wilayah Meksiko Barat. Mereka memblokade hampir 100 ruas jalan utama, membakar kendaraan, dan menyerang aparat keamanan.
Menteri Keamanan, Omar García Harfuch, mengonfirmasi dampak mengerikan dari aksi balasan ini, 25 anggota Garda Nasional tewas dan 34 anggota kartel tewas dalam bentrokan. "Meksiko dalam keadaan damai, tenang, dan kami bekerja di seluruh negara bagian," tegas Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, meskipun laporan pembakaran kendaraan masih terus muncul.
Keberhasilan ini disambut baik oleh Washington yang sebelumnya menawarkan imbalan sebesar $15 juta untuk kepala El Mencho. Christopher Landau, Deputi Sekretaris Negara AS, menyebutnya sebagai perkembangan luar biasa bagi dunia.
"[Kelompok-kelompok ini] memiliki rencana untuk berkoordinasi dengan cepat jika terjadi penangkapan besar, demi menimbulkan kekacauan maksimal," ujar Stephen Woodman, analis keamanan di Guadalajara.
Meski El Mencho telah tiada, para ahli memperingatkan adanya ancaman baru berupa vakum kekuasaan. Chris Dalby, pakar kejahatan terorganisir, mengkhawatirkan terjadinya perpecahan internal.
"Jika CJNG akhirnya terpecah, Anda akan memiliki empat atau lima letnan berbeda dengan jumlah personel, persenjataan, dan imperium kriminal masing-masing, dan itu bisa menjerumuskan Meksiko ke tingkat kekerasan yang memecahkan rekor," jelas Dalby.
Kini, perhatian tertuju pada sosok Juan Carlos, anak tiri El Mencho, yang disebut-sebut sebagai calon kuat penerus yang diharapkan mampu menyatukan kartel guna menghindari perang saudara antar-faksi kriminal. (The Guardian/Z-2)
Guadalajara diguncang kerusuhan kartel jelang Piala Dunia 2026. Simak update jumlah korban, status tuan rumah, dan jaminan keamanan dari Presiden FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino jamin keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko tetap kondusif meski ada gejolak kartel pascatewasnya gembong narkoba El Mencho.
Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho adalah gembong narkoba berusia 59 tahun asal Michoacan, Meksiko, dan salah satu buronan paling dicari di dunia.
Kemenlu RI memastikan 65 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Jalisco, Meksiko, dalam kondisi aman menyusul situasi keamanan yang memburuk setelah tewasnya pemimpin Kartel El Mencho
Anggota DPR menanggapi situasi keamanan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko, menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba El Mencho.
Penangkapan berujung tewasnya bos kartel El Mencho memicu gelombang "narcobloqueos" di Jalisco. Keamanan Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan dunia.
Presiden FIFA Gianni Infantino jamin keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko tetap kondusif meski ada gejolak kartel pascatewasnya gembong narkoba El Mencho.
Gembong narkoba paling dicari, El Mencho, tewas dalam operasi militer. Kartel CJNG lancarkan serangan balasan, blokade jalan, hingga bebaskan 23 napi di Puerto Vallarta.
Kematian gembong narkoba paling dicari, El Mencho, memicu gelombang kekerasan masif di Meksiko. Blokade jalan, pembakaran bus, hingga bandara mencekam.
"Seperti zona perang," ujar saksi mata saat Kartel Jalisco (CJNG) mengamuk di Puerto Vallarta pasca-tewasnya El Mencho.
Gelombang kekerasan melanda 20 negara bagian Meksiko setelah tewasnya bos kartel El Mencho. Ribuan tentara dikerahkan untuk memulihkan keamanan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved