Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Sosok El Mencho, Gembong Kartel Paling Kejam di Meksiko yang Tewas dalam Baku Tembak

Thalatie K Yani
23/2/2026 05:17
Sosok El Mencho, Gembong Kartel Paling Kejam di Meksiko yang Tewas dalam Baku Tembak
Pelarian Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho berakhir. Simak profil bos Kartel CJNG yang dikenal lebih kejam dari El Chapo dan baru saja tewas di tangan militer.(DEA)

DUNIA kriminal internasional dikejutkan dengan kabar tewasnya Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal dengan julukan "El Mencho". Pemimpin kartel narkoba paling dicari di dunia ini dikonfirmasi tewas dalam operasi militer besar-besaran di negara bagian Jalisco, Meksiko, pada Minggu (22/2).

Kematian pria berusia 59 tahun ini menandai jatuhnya pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), sebuah organisasi yang dalam beberapa tahun terakhir telah menggeser dominasi Kartel Sinaloa milik Joaquin "El Chapo" Guzman. Jika El Chapo dikenal karena reputasi internasionalnya, El Mencho membangun "kerajaannya" melalui kekejaman ekstrem dan persenjataan tingkat militer.

Siapa El Mencho?

Lahir dengan nama Nemesio Oseguera Cervantes, ia adalah otak di balik pertumbuhan pesat CJNG selama 16 tahun terakhir. Di bawah kendalinya, kelompok ini bertransformasi dari organisasi kriminal lokal menjadi kelompok paramiliter yang menguasai jalur penyelundupan kokain, fentanyl, dan metamfetamin ke Amerika Serikat.

Saking berbahayanya, Pemerintah AS sempat menawarkan hadiah sebesar US$15 juta (sekitar Rp235 miliar) untuk penangkapannya. El Mencho tidak hanya dituduh meracuni jutaan orang dengan narkotika, tetapi juga menjadi dalang di balik berbagai upaya pembunuhan pejabat tinggi pemerintah Meksiko.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menyebut El Mencho sebagai salah satu penjahat paling bengis dalam sejarah modern.

"Ini adalah perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia," tulis Landau melalui akun X miliknya.

Detik-Detik Operasi di Tapalpa

Operasi pelumpuhan El Mencho berlangsung sengit di Tapalpa, sebuah wilayah pegunungan yang terletak sekitar 80 mil dari Guadalajara. Pasukan khusus tentara dan Garda Nasional Meksiko, dengan dukungan intelijen dari otoritas Amerika Serikat, menyergap persembunyian sang gembong.

Dalam baku tembak tersebut, militer menghadapi perlawanan sengit. El Mencho dilaporkan tewas bersama enam anak buahnya. Pihak berwenang juga menyita senjata berat, termasuk peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat terbang. Tiga personel militer terluka dalam insiden tersebut dan segera dievakuasi ke Mexico City.

Meksiko Membara Pasca-Kematian Sang Gembong

Kematian El Mencho segera memicu gelombang kekerasan sebagai aksi balas dendam dari para pengikutnya. Blokade jalan oleh kartel, yang dikenal sebagai "narco-blockades", terjadi di setidaknya delapan negara bagian.

Di Guadalajara, salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026, situasi mencekam terjadi saat pria bersenjata membakar kendaraan dan pom bensin di pusat kota. Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, menginstruksikan 8 juta warganya untuk tetap berada di dalam rumah.

"Bicaralah kepada warga untuk tetap di rumah sampai situasi terkendali sepenuhnya," imbau Lemus.

Meskipun kemenangan militer ini dianggap sebagai pukulan telak bagi kartel narkoba dalam satu dekade terakhir, ketegangan masih menyelimuti Meksiko. Christopher Landau pun menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang terjadi.

"Saya melihat adegan kekerasan dari Meksiko dengan kesedihan dan kekhawatiran yang mendalam. Tidak mengherankan jika orang-orang jahat merespons dengan teror. Namun, kita tidak boleh kehilangan keberanian," tegasnya. (The guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya