Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Serangan Israel Picu Krisis Baru: Komandan Hizbullah Tewas, Warga Sipil Jadi Korban

Ferdian Ananda Majni
24/11/2025 12:49
Serangan Israel Picu Krisis Baru: Komandan Hizbullah Tewas, Warga Sipil Jadi Korban
Arsip(Dok. Xinhua )

 

 

 

SERANGAN udara Israel kembali mengguncang wilayah Beirut Selatan pada Minggu (23/11), memperlihatkan betapa rapuhnya kondisi gencatan senjata saat ini. 

Militer Israel menyampaikan bahwa operasi tersebut menargetkan Ali Tabtabai, pejabat militer Hizbullah paling senior yang masih aktif, dan menewaskannya dalam serangan yang juga menimbulkan korban sipil.

Serangan terbaru ini menjadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir yang menghantam daerah pinggiran ibu kota Libanon, kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat kekuatan Hizbullah. 

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut Tabtabai sebagai figur penting yang mengoordinasikan banyak unit Hizbullah dan berupaya memulihkan kemampuan mereka untuk kembali menghadapi Israel. Ia disebut tewas dalam serangan presisi di distrik Haret Hreik.

Hizbullah kemudian mengonfirmasi kematian Tabtabai. Kelompok itu menggambarkan dirinya sebagai seorang komandan jihad besar yang “

bekerja untuk menghadapi musuh Israel hingga detik terakhir kehidupannya yang diberkati. Penegasan tersebut menunjukkan tingginya posisi Tabtabai dalam struktur organisasi, meski perincian mengenai jabatannya tidak disebutkan.

Tabtabai telah lama menjadi sasaran Amerika Serikat. Pada 2016, Washington menjatuhkan sanksi terhadapnya dan menawarkan imbalan hingga US$5 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang keberadaannya, menyebutnya sebagai salah satu tokoh kunci Hizbullah.

Dalam setahun terakhir, Israel terus menargetkan pimpinan utama Hizbullah, termasuk pemimpinnya saat itu, Hassan Nasrallah.

Di lokasi serangan, pejabat Hizbullah Mahmoud Qmati mengecam tindakan Israel. Berdiri di antara puing bangunan, ia menyatakan bahwa Israel telah melampaui batasan yang sebelumnya tidak pernah mereka sentuh. 

"Israel telah melintasi garis merah," kata Qmati. Ia menambahkan bahwa langkah selanjutnya sepenuhnya berada di tangan pimpinan tertinggi kelompok tersebut.

"Kepemimpinan akan menentukan apakah dan bagaimana kami akan merespons," ujarnya.

Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan lima orang tewas dan 28 lainnya luka-luka. Ledakan yang menghantam gedung bertingkat itu menyebabkan reruntuhan besar jatuh ke jalan utama di sekitarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan Hizbullah memperkuat kembali kemampuan militernya. 

"Kami tidak akan mengizinkan Hizbullah memulihkan kekuatannya," katanya, sambil menekankan tanggung jawab pemerintah Libanon untuk melucuti senjata Hizbullah.

Sementara itu, Presiden Libanon Joseph Aoun menyerukan agar komunitas internasional segera bertindak menghentikan serangan Israel.

Serangan ini terjadi menjelang kunjungan bersejarah Paus Leo ke Libanon pada minggu depan, yang menjadi perjalanan internasional pertamanya dan dianggap sebagian warga sebagai harapan baru bagi negara yang tengah menghadapi krisis berkepanjangan. (CNBC/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik