Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Serangan Udara Israel di Beirut Tewaskan Pejabat Senior Hizbullah

Thalatie K Yani
24/11/2025 05:39
Serangan Udara Israel di Beirut Tewaskan Pejabat Senior Hizbullah
Serangan udara Israel menewaskan Haitham Ali al-Tabtabai, pejabat senior Hizbullah, di Beirut selatan meski gencatan senjata masih berlaku.(Media Sosial X)

MILITER Israel menewaskan seorang anggota senior Hizbullah dalam serangan udara yang menghantam kawasan selatan Beirut, Selasa, meski gencatan senjata masih berlaku. Serangan tersebut menargetkan Haitham Ali al-Tabtabai, Kepala Staf Hizbullah, yang digambarkan Israel sebagai sosok veteran dengan rekam jejak panjang dalam struktur kepemimpinan kelompok itu.

Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas dan 28 lainnya luka-luka akibat serangan yang mengenai sebuah gedung apartemen di Distrik Dahieh, wilayah padat penduduk yang dikenal sebagai basis kekuasaan Hizbullah. Pihak Hizbullah mengonfirmasi kematian Tabtabai dan menyebut Israel telah melewati “garis merah” dengan menyerang wilayah tersebut.

Ini menjadi serangan pertama Israel ke wilayah Beirut selatan dalam beberapa bulan terakhir. Eskalasi tersebut terjadi meskipun gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dan Prancis telah diberlakukan sejak November tahun lalu.

Pejabat Israel menuduh Hizbullah berupaya membangun kembali kekuatan militernya. Tudingan menyelundupkan senjata ke Libanon dan meningkatkan produksi drone eksplosif sebagai alternatif roket dan rudal. Situasi ini memicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan di perbatasan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan setelah serangan menyatakan, “Di bawah kepemimpinan saya, Negara Israel tidak akan membiarkan Hizbullah membangun kembali kekuatannya, dan kami tidak akan membiarkan kelompok itu sekali lagi menjadi ancaman bagi Negara Israel.” Ia juga mengatakan pemerintah Libanon harus memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Hizbullah.

Sementara itu, Presiden Libanon Joseph Aoun menyerukan komunitas internasional menekan Israel agar menghentikan serangan dan menarik diri dari wilayah Libanon selatan yang masih mereka duduki. Ia menilai tindakan Israel melanggar kesepakatan yang sebelumnya mengakhiri konflik selama 13 bulan.

Meski pemerintah Lebanon berjanji melucuti Hizbullah, kelompok tersebut menolak pembahasan mengenai masa depan persenjataannya sebelum Israel menghentikan serangan, menarik seluruh pasukannya, dan membebaskan warga Libanon yang ditahan.

Seorang pejabat diplomatik Barat mengatakan kepada BBC bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump semakin tidak sabar melihat lambannya perkembangan penanganan Hizbullah, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Inggris.

Ketegangan terbaru antara Israel dan Hizbullah pecah setelah kelompok itu menembakkan roket ke posisi Israel sehari setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pemerintah Libanon menyatakan sekitar 4.000 orang, mayoritas warga sipil, tewas akibat serangan Israel, sementara lebih dari 1,2 juta penduduk mengungsi. Otoritas Israel melaporkan lebih dari 80 tentara dan 47 warga sipil tewas.

AS menjatuhkan sanksi pada Tabtabai pada 2016 dan menetapkannya sebagai teroris. AS juga menawarkan hadiah US$5 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi tentang keberadaannya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya