Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Israel Bunuh Haitham Tabtabai, Hizbullah: Awas Potensi Perang Meluas

Ferdian Ananda Majni
24/11/2025 11:20
Israel Bunuh Haitham Tabtabai, Hizbullah: Awas Potensi Perang Meluas
Arsip: Serangan udara Israel di Ansar, Libanon, Jumat (17/10/2025).(Xinhua)

ISRAEL mengumumkan pada Minggu (23/11) malam bahwa Haitham Tabtabai tewas dalam operasi militernya di ibu kota Libanon. 

Serangan yang terjadi di kawasan selatan Beirut itu mengakibatkan lima orang tewas dan 28 lainnya terluka menurut otoritas setempat. Ini menjadi serangan pertama Israel di wilayah Beirut sejak Juni lalu.

Hizbullah sebelumnya menyebut bahwa seorang tokoh perlawanan kemungkinan termasuk di antara korban, meski tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Wakil ketua dewan politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, menyampaikan peringatan soal potensi meningkatnya ketegangan. "Pimpinan Hizbullah sedang mempelajari respons tersebut dan akan mengambil keputusan yang tepat. Serangan hari ini di pinggiran selatan Libanon membuka pintu bagi eskalasi serangan di seluruh Libanon," ujarnya di lokasi kejadian.

Reaksi Pejabat Israel dan Libanon

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan komitmen negaranya untuk terus menyerang ancaman dari Hizbullah. "Kami akan terus bertindak tegas untuk mencegah segala ancaman terhadap penduduk di utara dan negara Israel," katanya dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, Presiden Libanon Joseph Aoun mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel mengabaikan kesepakatan gencatan senjata. Ia meminta komunitas internasional untuk intervensi secara tegas dan serius guna menghentikan serangan terhadap Libanon dan rakyatnya.

Sosok Tabtabai 

Tabtabai dikenal sebagai pemimpin unit elit Radwan Hizbullah dan dianggap sebagai penerus Ibrahim Akil, yang tewas dalam serangan Israel pada September 2024 bersama sejumlah pemimpin senior kelompok tersebut, termasuk Hassan Nasrallah.

Militer Israel menyatakan bahwa Tabtabai memimpin sebagian besar unit Hizbullah dan bekerja keras untuk mengembalikan mereka ke kesiapan perang dengan Israel. 

Kementerian Luar Negeri Israel menambahkan bahwa operasi ini dilakukan menyusul dugaan pelanggaran gencatan senjata berulang kali oleh Hizbullah.

Serangan terbaru ini menambah ketegangan yang terus meningkat antara Israel dan Hizbullah, memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas ke wilayah lain di Libanon. (Euronews/Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya