Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Trump Anggap Kebijakan Tarifnya Cegah Depresi Ekonomi Global

Media Indonesia
06/11/2025 20:50
Trump Anggap Kebijakan Tarifnya Cegah Depresi Ekonomi Global
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan pemerintahannya telah mencegah terjadi depresi ekonomi global.

Trump juga menekankan pentingnya kasus Mahkamah Agung negaranya yang membahas kewenangan darurat presiden dalam menerapkan tarif perdagangan.

"Saya mendengar sidang pengadilan berjalan baik hari ini," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, Rabu (5/11). "Akan sangat menghancurkan bagi negara kita jika kita kalah. Ini adalah salah satu, bahkan mungkin yang paling penting, dalam sejarah negeri ini."

Mahkamah Agung AS memulai proses mendengarkan argumen dalam kasus bersejarah yang menantang penggunaan kekuasaan darurat oleh Trump untuk memberlakukan tarif besar-besaran dalam perselisihan yang berpotensi mengubah batas kewenangan presiden dalam kebijakan perdagangan.

"Jika saya tidak menerapkan tarif, seluruh dunia akan mengalami depresi ekonomi. Ini bukan ancaman terhadap AS saja, tetapi terhadap seluruh dunia. Saya melakukannya demi dunia," ujarnya.

Trump mengeklaim bahwa tarif terhadap Tiongkok sangat penting untuk menstabilkan ekonomi global. "Saya bisa pastikan satu hal, jika saya tidak langsung menerapkan tarif 100 persen terhadap Tiongkok, seluruh dunia karena magnet dan jenis logam tanah jarang tertentu akan lumpuh," tambahnya.

Trump juga menyebutkan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping berlangsung sukses berkat kebijakan tarif tersebut. "Tanpa tarif, pertemuan itu tidak akan terjadi," katanya.

Kebijakan tarif Trump dimulai dari 10 persen untuk sejumlah negara dan meningkat hingga 50 persen untuk sebagian besar produk asal Brasil dan India.

Hingga akhir tahun fiskal pada September, pendapatan tarif AS mencapai US$195 miliar (sekitar Rp3.254 triliun). Dari Februari hingga September, sekitar US$S176 miliar (sekitar Rp2.937 triliun) masuk ke Departemen Keuangan.

Sehari sebelumnya, Trump menyebut kasus itu sebagai persoalan hidup atau mati bagi negara. Ia menekankan bahwa keputusan Mahkamah Agung akan berdampak besar terhadap keamanan ekonomi dan nasional AS.

Pihak yang menentang kebijakan tarif berpendapat bahwa penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk mengatur impor secara unilateral di tingkat global menimbulkan persoalan konstitusional.

Namun, pemerintahan Trump menegaskan bahwa tarif timbal balik yang diberlakukan sudah sepenuhnya sesuai hukum. 

Apabila Mahkamah Agung menolak argumen Trump, presiden AS di masa depan tidak lagi dapat menggunakan IEEPA untuk menetapkan tarif secara sepihak. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya