Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Iran Bantah Luncurkan Rudal 4.000 Km di Tengah Ancaman Invasi AS

Khoerun Nadif Rahmat
22/3/2026 20:24
Iran Bantah Luncurkan Rudal 4.000 Km di Tengah Ancaman Invasi AS
Ilustrasi.(AFP)

IRAN membantah keras keterlibatan dalam serangan 4.000 rudal terhadap pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Minggu (22/3) waktu setempat.

Seorang pejabat senior Iran menegaskan kepada Al Jazeera bahwa negaranya tidak berada di balik laporan percobaan peluncuran rudal tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah laporan The Wall Street Journal mengeklaim Iran menembakkan dua rudal balistik jarak menengah ke arah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Kepulauan Chagos tersebut.

Laporan itu menyebutkan satu rudal mengalami kegagalan saat terbang, sementara satu rudal lainnya kemungkinan besar berhasil dicegat. Meski demikian, laporan tersebut tidak merinci kapan tepatnya penembakan itu terjadi.

Diego Garcia terletak sekitar 4.000 kilometer dari wilayah Iran. Jika laporan serangan itu benar, hal ini akan memicu tanda tanya besar mengenai jangkauan nyata kemampuan rudal Teheran.

Selama ini, Iran secara terbuka menyatakan jangkauan rudal mereka terbatas. Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi bahkan menegaskan bahwa negara tersebut membatasi jangkauan rudalnya hingga 2.000 kilometer saja.

Namun, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melalui unggahan di media sosial X memberikan penilaian berbeda pascalaporan WSJ.

"Rezim teroris Iran meluncurkan rudal jarak jauh untuk pertama kalinya sejak dimulainya Operasi Roaring Lion yang dapat mencapai jarak sekitar 4.000 km," tulis IDF dikutip dari the Economic Times.

IDF menambahkan bahwa pihaknya telah mengungkap niat Iran mengembangkan rudal berdaya jangkau 4.000 kilometer sejak Juni 2025.

"Kami telah mengatakannya: rezim teroris Iran merupakan ancaman global. Sekarang, dengan rudal yang dapat mencapai London, Paris, atau Berlin," sebut pernyataan IDF.

Ketegangan itu mencuat saat Washington tengah meninjau opsi militer terhadap Teheran. Dikutip dari CBS News, Pentagon Amerika Serikat telah menyiapkan rencana komprehensif bagi kemungkinan pengerahan pasukan darat Amerika Serikat ke Iran.

Sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan para komandan militer senior telah mengajukan permintaan khusus untuk memastikan kesiapan tempur saat Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan langkah lebih lanjut.

Trump sendiri belum memberikan keputusan final. "Tidak, saya tidak menempatkan pasukan di mana pun," kata Trump.

Namun, ia menambahkan, "Jika saya melakukannya, saya tentu tidak akan memberi tahu Anda."

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan bahwa peran Pentagon adalah memastikan Panglima Tertinggi memiliki "opsionalitas maksimum" dalam krisis apa pun.

Ia menekankan bahwa persiapan tersebut bukan merupakan sinyal keputusan akhir. "Seperti yang dikatakan Presiden di Ruang Oval kemarin, dia tidak berencana mengirim pasukan darat ke mana pun saat ini," ujar Leavitt.

Di sisi lain, pejabat militer AS dilaporkan mulai membahas logistik terkait penangkapan dan penahanan personel Iran jika invasi benar-benar terjadi. Amerika Serikat juga mulai memposisikan kekuatannya di kawasan tersebut.

Elemen-elemen dari Divisi Lintas Udara ke-82, Unit Ekspedisi Marinir, dan Pasukan Respons Global Angkatan Darat dilaporkan tengah disiagakan. Ribuan Marinir bahkan dilaporkan sudah bergerak menuju Timur Tengah, ditandai dengan keberangkatan tiga kapal angkatan laut dari California yang membawa lebih dari 2.000 personel. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik