Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Trump dan Xi Jinping Siap Bahas Perang Dagang di Korsel

Dhika Kusuma Winata
29/10/2025 16:46
Trump dan Xi Jinping Siap Bahas Perang Dagang di Korsel
Donald Trump dan Xi Jinping.(Al Jazeera)

PERTEMUAN antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan digelar Kamis (30/10) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju, Korea Selatan. Trump menyampaikan keyakinan pertemuannya dengan Xi akan menghasilkan kemajuan konkret terkait isu perang dagang.

Trump menyatakan optimismenya dan berharap diskusi dengan Xi akan membantu menurunkan ketegangan dagang antara kedua negara. "Saya berharap banyak masalah dapat diselesaikan bersama Presiden Xi," ujar Trump.

Pertemuan tersebut akan menjadi perjumpaan pertama antara kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada awal tahun ini. Hasil pertemuan diyakini berpotensi menjadi titik balik penting dalam meredakan perang dagang dan membuka ruang dialog baru di tengah meningkatnya rivalitas strategis antara Beijing dan Washington.

Trump turut mengindikasikan Washington potensial menurunkan tarif terhadap sejumlah produk asal Tiongkok, terutama yang berkaitan dengan penanganan krisis fentanyl.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyebut pertemuan itu akan berlangsung di Busan, tidak jauh dari lokasi KTT APEC.

"Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin akan melakukan komunikasi yang mendalam terkait isu strategis dan jangka panjang dalam hubungan Tiongkok-AS, serta berbagai masalah penting yang menjadi perhatian bersama," ujar Guo di Beijing, Rabu (29/10).

Beijing menyatakqn siap bekerja sama dengan Washington untuk memastikan pertemuan tersebut menghasilkan arah baru yang positif. 

Kedua negara saat ini saling memberlakukan tarif serta pembatasan ekspor dan impor terhadap berbagai komoditas strategis.

Trump diperkirakan akan menekan Xi agar melonggarkan kebijakan pembatasan ekspor terhadap mineral langka dari Tiongkok yang merupakan bahan penting bagi industri teknologi, mulai dari cip komputer hingga dirgantara.

Sebelumnya, Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 100% terhadap produk asal Tiongkok jika Beijing tidak mengubah kebijakan tersebut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan rencana penerapan tarif tambahan itu secara efektif sudah dibatalkan setelah pertemuan dua hari dengan negosiator dari Tiongkok.

Adapun perang dagang yang berkepanjangan membuat Tiongkok menghentikan pembelian kedelai dari AS yang berdampak besar pada petani Amerika. 

Selain itu, isu lain yang diperkirakan juga akan dibahas ialah nasib operasi TikTok. Trump disebut memerlukan persetujuan pemerintah Tiongkok untuk menyelesaikan rencana pengalihan operasi TikTok di AS dari perusahaan induknya yang berbasis di Beijing, ByteDance. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik