Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Swis secara resmi menghentikan sementara seluruh izin ekspor senjata dan amunisi baru ke Amerika Serikat (AS). Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap tradisi netralitas Swis di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran.
“Ekspor material perang ke AS saat ini tidak dapat diizinkan,” tegas pernyataan resmi pemerintah Swiss, Jumat (20/3). Bern menggarisbawahi bahwa sejak eskalasi konflik meningkat pada 28 Februari lalu, pihaknya telah membekukan penerbitan lisensi ekspor baru bagi 'Negeri Paman Sam'.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah tegas Swis yang sebelumnya telah menutup ruang udara mereka bagi penerbangan militer AS yang terkait langsung dengan perang Iran. Bern menyatakan bahwa setiap penerbangan Amerika yang melampaui frekuensi normal akan ditolak, kecuali tujuannya terbukti tidak berkaitan dengan konflik tersebut.
Secara ekonomi, keputusan ini cukup memukul industri pertahanan domestik. AS adalah importir senjata Swis terbesar kedua tahun lalu, dengan kontribusi sekitar 10% dari total ekspor senilai 94,2 juta franc (US$119 juta). Komoditas utama yang dipasok meliputi kendaraan udara nirawak, amunisi, dan senjata genggam.
Meskipun izin ekspor yang sudah ada tetap berjalan karena dinilai belum relevan dengan medan perang saat ini, kelompok ahli lintas departemen akan terus memantau perkembangan situasi. Sikap kaku ini sebelumnya juga telah diterapkan Swis terhadap Israel.
Prinsip netralitas ini kerap menjadi tantangan bagi produsen senjata lokal. Sebelumnya, Swis juga memblokir pengiriman peralatan militer buatan mereka ke Ukraina melalui negara sekutu. Hal ini memicu kekhawatiran perusahaan pertahanan Swis akan dikucilkan dari rantai pasok Eropa, sehingga beberapa di antaranya mulai memindahkan fasilitas produksi ke luar negeri demi menghindari aturan ketat tersebut.
Upaya parlemen untuk melunakkan undang-undang ekspor senjata pada Desember lalu--yang awalnya bertujuan mengizinkan ekspor ke 25 negara Barat meski sedang berkonflik--masih tertahan. Berdasarkan sistem demokrasi langsung Swis, draf tersebut masih berpotensi dibatalkan melalui referendum jika tanda tangan keberatan warga terkumpul hingga pertengahan April mendatang. (Bloomberg/B-3)
Lonjakan permintaan akibat perang di Ukraina dan Gaza menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan industri persenjataan global.
PEMERINTAH Inggris mengatakan tidak ada persyaratan hukum untuk menilai kepatuhan Israel terhadap hukum humaniter internasional dalam tindakan militernya di Libanon.
SURVEI baru mengungkapkan bahwa 60% warga Jerman menentang ekspor senjata ke Israel. Mayoritas pemilih dari tiga mitra koalisi yang berkuasa di negara itu mendukung pembatasan.
AKSI pro-Palestina di ibu kota Inggris pada Rabu (11/9) memprotes serangan Israel yang tanpa jeda dan meluluhlantakkan Gaza.
PENGUNJUK rasa Inggris mengutuk pembunuhan aktivis keturunan Turki-Amerika di Tepi Barat oleh Israel dan menyerukan pemerintah AS dan Inggris untuk meminta pertanggungjawaban Israel.
Pertama adalah mahzab uranium, kata Rahmat, yang dapat disebut sebagai teknologi nuklir generasi lama. Uranium telah digunakan sejak awal era nuklir.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
CO-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengatakan, kemandirian industri pertahanan merupakan salah satu pilar kedaulatan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved