Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Jaga Netralitas, Swis Blokade Ekspor Senjata ke Amerika Serikat

Haufan Hasyim Salengke
20/3/2026 19:14
Jaga Netralitas, Swis Blokade Ekspor Senjata ke Amerika Serikat
Industri pertahanan Swis mencatatkan pertumbuhan dengan kenaikan ekspor material perang sebesar 43% sepanjang 2025.(Keystone-SDA/SWI)

PEMERINTAH Swis secara resmi menghentikan sementara seluruh izin ekspor senjata dan amunisi baru ke Amerika Serikat (AS). Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk komitmen terhadap tradisi netralitas Swis di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah yang melibatkan AS dan Iran.

“Ekspor material perang ke AS saat ini tidak dapat diizinkan,” tegas pernyataan resmi pemerintah Swiss, Jumat (20/3). Bern menggarisbawahi bahwa sejak eskalasi konflik meningkat pada 28 Februari lalu, pihaknya telah membekukan penerbitan lisensi ekspor baru bagi 'Negeri Paman Sam'.

Ruang Udara Tertutup bagi Militer AS

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah tegas Swis yang sebelumnya telah menutup ruang udara mereka bagi penerbangan militer AS yang terkait langsung dengan perang Iran. Bern menyatakan bahwa setiap penerbangan Amerika yang melampaui frekuensi normal akan ditolak, kecuali tujuannya terbukti tidak berkaitan dengan konflik tersebut.

Secara ekonomi, keputusan ini cukup memukul industri pertahanan domestik. AS adalah importir senjata Swis terbesar kedua tahun lalu, dengan kontribusi sekitar 10% dari total ekspor senilai 94,2 juta franc (US$119 juta). Komoditas utama yang dipasok meliputi kendaraan udara nirawak, amunisi, dan senjata genggam.

Dilema Industri Pertahanan

Meskipun izin ekspor yang sudah ada tetap berjalan karena dinilai belum relevan dengan medan perang saat ini, kelompok ahli lintas departemen akan terus memantau perkembangan situasi. Sikap kaku ini sebelumnya juga telah diterapkan Swis terhadap Israel.

Prinsip netralitas ini kerap menjadi tantangan bagi produsen senjata lokal. Sebelumnya, Swis juga memblokir pengiriman peralatan militer buatan mereka ke Ukraina melalui negara sekutu. Hal ini memicu kekhawatiran perusahaan pertahanan Swis akan dikucilkan dari rantai pasok Eropa, sehingga beberapa di antaranya mulai memindahkan fasilitas produksi ke luar negeri demi menghindari aturan ketat tersebut.

Upaya parlemen untuk melunakkan undang-undang ekspor senjata pada Desember lalu--yang awalnya bertujuan mengizinkan ekspor ke 25 negara Barat meski sedang berkonflik--masih tertahan. Berdasarkan sistem demokrasi langsung Swis, draf tersebut masih berpotensi dibatalkan melalui referendum jika tanda tangan keberatan warga terkumpul hingga pertengahan April mendatang. (Bloomberg/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik