Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Rusia hanya memiliki waktu hingga 8 Agustus untuk berdamai dengan Ukraina atau menghadapi konsekuensi sanksi baru.
"Sepuluh hari dari hari ini," kata Trump, Selasa (29/7), kepada wartawan di Air Force One ketika diminta untuk mengklarifikasi tenggat waktu barunya untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Trump, yang sedang terbang kembali dari Inggris ke Washington, menuding Presiden Vladimir Putin bercakap baik dan gestur penuh hormat saat bertelepon dengannya namun terus meluncurkan roket ke kota-kota Ukraina.
Presiden ke-45 dan ke-47 'Negeri Paman Sam' ini mengatakan akan mempersingkat tenggat waktu sebelumnya, yaitu 50 hari, untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina menjadi 10-12 hari, dengan memperingatkan sanksi baru dan kemungkinan tarif sekunder.
Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa ia belum menerima respons apa pun dari Putin tentang tenggat waktu perdamaian barunya, dan menyebutnya sebagai memalukan.
"Kami akan mengenakan tarif dan sebagainya," kata Trump. "Saya tidak tahu apakah itu akan memengaruhi Rusia karena, jelas, (Putin) ingin perang terus berlanjut... Itu mungkin memengaruhi mereka atau tidak, tetapi bisa saja."
Merespons Trump, Kremlin pada Selasa mengatakan mereka telah mempertimbangkan ultimatum Trump, tetapi menolak berkomentar mengenai prospek sanksi baru.
Juru bicara utama Dmitry Peskov menegaskan ada atau tidaknya ancaman Trump, perang Rusia melawan Ukraina akan terus berlanjut.
Pada Rabu (30/7), Peskov menepis komentar terbaru Trump, dan mengatakan kepada sejumlah laporan bahwa sanksi Barat bukanlah sesuatu yang baru.
“Kita telah hidup di bawah sanksi berat cukup lama,” tegas Peskov. (Moscow Times/B-3)
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Vladimir Putin tegaskan dukungan deeskalasi cepat di Timur Tengah kepada Masoud Pezeshkian. Bahas dampak serangan AS-Israel dan bantuan kemanusiaan Rusia.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin gencar berkomunikasi dengan Iran dan Donald Trump untuk memediasi konflik di Timur Tengah. Apakah ini murni upaya damai atau strategi mengamankan ekonomi Rusia?
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya tengah meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada sejumlah mitra dekat yang dianggap dapat merekaa andalkan di berbagai kawasan dunia.
Intelijen Amerika Serikat menyebut Rusia diduga membagikan informasi kepada Iran yang berpotensi membantu menargetkan aset militer AS di kawasan Teluk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved