Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Jumat (18/7) dini hari, sekelompok pemukim Israel membantai ratusan domba dan memukul serta mencuri beberapa domba lain di al-Miteh, Lembah Yordan, Tepi Barat yang diduduki.
Serangan tersebut memaksa dua keluarga Palestina mengungsi dari rumah mereka dan pindah ke al-Auja, dekat kota Yerikho.
Insiden ini merupakan bagian dari pola kekerasan pemukim yang semakin meningkat dengan menargetkan komunitas Badui. Tujuannya mengusir mereka dari tanah yang diincar oleh pemukim Israel.
Para pemukim sering menyerang ternak sebagai cara untuk menghancurkan mata pencaharian keluarga Palestina dan memfasilitasi perampasan tanah mereka.
Mahmoud Kaabneh, salah satu penduduk yang terpaksa mengungsi, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa pada Kamis malam, para pemukim menyerang rumah saudaranya, Salem, dan mencoba mencuri keledai.
Ketika keluarga tersebut turun tangan untuk menghentikan mereka, lebih banyak pemukim datang dan mulai menyerang rumah Salem dan sepupunya, Suleiman, beserta keluarga mereka.
Para pemukim kemudian membuka kandang domba dan mencuri sekitar 350 domba. Warga segera berkumpul untuk mencoba menyelamatkan ternak-ternak tersebut.
"Tentara Israel hadir bersama para pemukim dan tidak melakukan apa pun," kata Kaabneh. "Namun ketika penduduk mencoba menyelamatkan ternak, tentara justru menyerang warga Palestina dan mengejar kami. Mereka menangkap 20 orang dan memukuli mereka dengan kejam selama empat jam."
Pada dini hari, penduduk terus mencari domba mereka dan menemukan bahwa para pemukim telah membantai puluhan domba. "Lebih dari 100 domba dibunuh. Beberapa dibantai dengan pisau. Yang lain dipukuli hingga mati dan banyak yang mengalami luka parah. Beberapa di antaranya dicuri," kata Kaabneh.
Menurut penduduk setempat, serangan pemukim hampir terjadi setiap hari di daerah tersebut. Akan tetapi, serangan terbaru ini termasuk yang paling brutal, sehingga menebarkan ketakutan di antara keluarga Badui. (I-2)
Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bertujuan melindungi diri dan mitra regional, mencegah proyeksi kekuatan Iran.
Jenderal Dan Caine menyatakan operasi gabungan AS-Israel di Iran bukan misi semalam dan memperkirakan kerugian tambahan bagi pasukan AS.
ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran.
Tentara Israel mengumumkan pembunuhan Hussein Makled, kepala intelijen Hizbullah, di Beirut. Militer AS melaporkan anggota keempat tewas akibat luka-luka dalam operasi melawan Iran
Korps Garda Revolusi Iran menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan markas Angkatan Udara Israel dengan rudal Khyber.
Serangan udara Israel-AS di Teheran dan sejumlah wilayah Iran menewaskan 555 orang, termasuk siswa dan tentara. Iran membalas dengan rudal Khayber Shiken ke Tel Aviv, Haifa.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved