Headline

Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.

Fokus

Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.

Donald Trump Kesal seusai Ditelepon Putin soal Perang Ukraina

Ferdian Ananda Majni
06/7/2025 10:05
Donald Trump Kesal seusai Ditelepon Putin soal Perang Ukraina
Donald Trump.(AFP/WIN MCNAMEE)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan kekecewaannya setelah berbicara lewat telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir. Dalam pernyataan kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (5/7), Trump menyampaikan bahwa Putin bersikeras melanjutkan konflik tersebut.

"Ini situasi yang sulit. Saya sangat kesal (komunikasi melalui telepon) dengan Presiden Putin. Dia ingin tetap melanjutkannya, tetap terus membunuh orang, ini tidak bagus," ujar Trump seperti dikutip AFP.

Percakapan yang berlangsung pada Kamis (3/7) tersebut terjadi di tengah upaya perundingan damai yang dipimpin AS, yang bertujuan mengakhiri perang berkepanjangan di Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

KantorKepresidenan Rusia (Kremlin) menyebut panggilan tersebut berlangsung hampir satu jam. Dalam percakapan itu, Putin menyampaikan bahwa Moskow tidak akan mengalah dalam mencapai tujuannya di Ukraina.

"Presiden kami mengatakan bahwa Rusia akan mencapai tujuan yang ditetapkannya, yaitu penghapusan akar penyebab yang menyebabkan keadaan saat ini," kata Yuri Ushakov, ajudan Kremlin, kepada awak media.

"Rusia tidak akan menyerah pada tujuan ini," lanjutnya.

Trump, menurut laporan, merasa frustasi terhadap kedua pihak yang berkonflik yakni Rusia dan Ukraina karena inisiatif damai yang diupayakan AS tidak menunjukkan kemajuan nyata.

Meski menolak untuk menghentikan pertempuran, Putin menyatakan bahwa Rusia tetap bersedia mengikuti proses perundingan. 

"Ia juga berbicara tentang kesiapan pihak Rusia untuk melanjutkan proses negosiasi," ujar Ushakov. 

"Vladimir Putin mengatakan bahwa kami terus mencari solusi politik yang dinegosiasikan untuk konflik tersebut," tambahnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Moskow enggan menerima gencatan senjata yang diusulkan oleh AS. 

Putin dalam percakapan tersebut juga menyinggung konflik di Timur Tengah dan menekankan kepada Trump bahwa penyelesaian atas berbagai konflik di wilayah tersebut seharusnya dilakukan melalui jalur diplomatik. Hal ini disampaikan setelah AS melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir di Iran.

Pernyataan Putin mencerminkan konsistensi sikap Rusia dalam mempertahankan posisinya di Ukraina, sekaligus membuka peluang negosiasi di tengah tekanan internasional dan langkah ofensif terbaru AS di kawasan lain. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya