Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Inggris menyerukan agar Israel menangani insiden penyergapan kapal Madleen serta penahanan para aktivis di dalamnya secara hati-hati dan sesuai dengan standar hukum humaniter internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dalam konferensi pers di London.
Juru bicara itu menegaskan bahwa Inggris berharap Israel “menahan diri” dan menindaklanjuti peristiwa tersebut secara bertanggung jawab.
Insiden terjadi pada Senin pagi saat kapal berbendera Inggris itu dicegat dan diperiksa oleh militer Israel sebelum mencapai Gaza. Setelah itu, kapal dibawa menuju pelabuhan Israel.
Sebelum insiden tersebut, berbagai lembaga swadaya masyarakat telah mendesak pemerintah Inggris untuk secara jelas menentang tindakan intervensi Israel di wilayah laut internasional.
“Kami telah menyatakan sikap kami terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza. Perdana Menteri menyebut situasi itu sangat mengerikan dan tidak bisa diterima,” ujar juru bicara tersebut.
Ia menambahkan bahwa akses bantuan kemanusiaan yang bebas dan dalam skala besar ke Gaza sangat krusial guna memenuhi kebutuhan dasar warga Palestina yang sangat mendesak.
Kapal Madleen diketahui mengangkut 12 orang dalam misi kemanusiaan, terdiri dari 11 aktivis dan satu jurnalis.
Selain Greta Thunberg, aktivis lain yang ikut dalam kapal tersebut antara lain Yasemin Acar (Jerman); Baptiste Andre, Pascal Maurieras, Yanis Mhamdi, Reva Viard (Prancis); Thiago Avila (Brasil); Suayb Ordu (Turki); Sergio Toribio (Spanyol); Marco van Rennes (Belanda); serta Omar Faiad, jurnalis Al Jazeera Mubasher asal Prancis.
Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, juga termasuk di antara yang ditahan oleh otoritas Israel.
Koalisi Freedom Flotilla mengirim kapal Madleen dari Sisilia, Italia, dalam rangka mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza—wilayah Palestina yang berada di bawah blokade ketat Israel.
Bantuan yang dibawa mencakup berbagai kebutuhan mendesak seperti susu formula bayi, tepung, beras, popok, pembalut, alat penyuling air, perlengkapan medis, tongkat penopang, serta anggota tubuh palsu untuk anak-anak.
Sejak awal Maret, Israel telah menutup seluruh jalur masuk ke Gaza. Lembaga-lembaga kemanusiaan telah memperingatkan bahwa sekitar 2,4 juta penduduk Gaza berada dalam ancaman kelaparan.
Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan kejahatan terhadap warga sipil di wilayah tersebut. (Ant/I-3)
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel menyerang wilayah selatan Libanon.
Menlu Oman Badr al-Busaidi tegaskan Iran tidak bertanggung jawab atas perang yang dimulai AS-Israel. Oman desak diplomasi demi keamanan Selat Hormuz.
Iran menyerukan pembentukan aliansi militer Timur Tengah berbasis Al Quran tanpa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
ARMADA kapal internasional tengah bersiap berlayar menuju Gaza dalam misi kemanusiaan besar yang bertujuan menyalurkan bantuan bagi warga yang terjebak dalam blokade.
SEBANYAK 12 aktivis di kapal Madleen gagal menembus blokade Israel. Namun gerakan itu membakar ribuan aktivis lain sedunia untuk meluncurkan Konvoi Global ke Gaza.
KEMENTERIAN Luar Negeri Israel menyatakan aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg telah dideportasi dari negara tersebut, Selasa (10/6/2025).
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono mengutuk keras aksi Israel yang mencegat Kapal Madleen berisi bantuan ke Gaza serta ditumpangi sejumlah relawan dan aktivis.
AQSA Working Group (AWG) mendesak Amnesty International melindungi 12 aktivis kemanusiaan Madleen Freedom Flotilla yang ditangkap pemerintah Israel, salah satunya Greta Thunberg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved