Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel bersiap melakukan respons militer berskala besar terhadap Iran setelah Teheran melancarkan serangan rudal besar-besaran awal minggu ini sebagai respons atas pembunuhan sejumlah pemimpin senior Hizbullah dan Hamas. Demikian klaim media Israel pada Sabtu (5/10).
Perusahaan Penyiaran Publik Israel melaporkan bahwa tentara Israel tengah mempersiapkan balasan besar dan berat terhadap Iran. Hal ini menyusul serangan rudal balistik Iran terhadap instalasi militer dan pemerintah Israel pada Selasa sebagai tanggapan atas pembunuhan tokoh senior dalam kelompok perlawanan Hizbullah dan Hamas.
"Tentara tengah merencanakan tanggapan signifikan terhadap serangan rudal Iran, yang, meskipun tidak menyebabkan kerusakan signifikan, tidak dapat dibiarkan begitu saja. Militer tengah mempersiapkan serangan hebat," klaim media tersebut dilansir dari Anadolu.
Baca juga : Iran Tembakkan 180 Rudal Balistik ke Israel, Biden dan Netanyahu Merespons
Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa Israel mengharapkan dukungan dari negara-negara lain dalam koalisi melawan Iran serta koordinasi internasional yang berkelanjutan. Laporan tersebut menambahkan bahwa sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat (AS), memandang Iran sebagai ancaman bersama.
Sejalan dengan hal ini, komandan Komando Pusat AS Jenderal Michael Kurilla diperkirakan akan mengunjungi Israel minggu ini untuk membahas strategi bersama.
Dalam laporan terpisah, surat kabar Haaretz mengatakan Israel tengah merencanakan kampanye militer besar-besaran terhadap Iran, sementara juga bersiap menghadapi serangan rudal lebih lanjut dari Teheran sebagai tanggapan atas pembalasan Israel yang diperkirakan akan terjadi.
Baca juga : Aneka Rudal Canggih Iran dan Fitur-Fiturnya
Menurut surat kabar tersebut, selain mempersiapkan aksi terhadap Iran, militer meningkatkan serangan militernya di Jalur Gaza, Palestina.
Seorang sumber militer Israel yang tidak disebutkan namanya, dikutip oleh Radio Angkatan Darat, mengatakan, "Israel tengah mempersiapkan serangan skala besar terhadap Iran. Kami mengharapkan kerja sama yang signifikan dari mitra regional kami selama serangan tersebut."
Harian Yedioth Ahronoth juga melaporkan bahwa pejabat Eropa bertemu dengan pejabat pertahanan Israel di Tel Aviv untuk mengoordinasikan respons militer terhadap Iran.
Pada Selasa, Iran meluncurkan sedikitnya 180 rudal sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.
Israel menargetkan Nasrallah dan komandan lain Hizbullah dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada 27 September. Haniyeh tewas dalam serangan di kediamannya saat berkunjung ke Teheran pada akhir Juli. (Z-2)
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
PARA pejabat Israel menilai serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) sebagai pukulan signifikan bagi poros Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
DOKUMEN internal yang bocor dan ditelaah ABC Spanyol mengungkap dugaan kerja sama keuangan dan logistik jangka panjang antara Venezuela dan Iran.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
HIZBULLAH mengadakan pemakaman untuk panglima militer tertingginya dan anggota lain dari kelompok militan tersebut sehari setelah serangan mematikan Israel.
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengecam pembunuhan panglima militer Hizbullah oleh Israel. Iran mengancam akan memberikan respons yang menghancurkan.
LIBANON akan mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan PBB terkait pembangunan tembok beton oleh Israel di sepanjang perbatasan selatan yang disebut melampaui Garis Biru.
PASUKAN Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon (UNIFIL) menyatakan bahwa militer Israel kembali menargetkan personel penjaga perdamaian dalam insiden terbaru.
HIZBULLAH pada Kamis (6/11) menyerukan persatuan nasional Libanon dalam menghadapi pelanggaran Israel di Libanon selatan sekaligus menolak segala bentuk negosiasi politik dengan Tel Aviv.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved