Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel mengeluarkan perintah evakuasi pada Kamis (3/10) bagi penduduk di beberapa gedung di kota pinggiran selatan Beirut, Libanon. Mereka memerintahkan untuk meninggalkan gedung sebelum serangan.
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengeluarkan peringatan penting pada X terutama bagi penduduk kawasan Bourj el-Barajneh. Peringatan itu mencakup dua peta yang menunjukkan target serangan militer Israel.
Menurut Israel, gedung-gedung tersebut berada dekat fasilitas Hizbullah. Mereka kemungkinan akan segera melakukan serangan, sehingga mendesak warga untuk evakuasi dari gedung-gedung itu dan menjauh dalam jarak setidaknya 500 meter.
Baca juga : Dibom Israel, Libanon Ajukan Pengaduan Resmi ke PBB
Sejak Israel melancarkan serangan darat di Libanon pada awal Oktober, militer mereka telah berulang kali memperingatkan penduduk daerah pinggiran selatan Beirut untuk meninggalkan gedung-gedung tertentu. Katanya, tempat itu merupakan depot senjata Hizbullah.
Setelah memerintahkan evakuasi, pesawat tempur Israel mulai melancarkan serangan udara intensif di daerah pinggiran selatan dengan dua serangan terjadi setengah jam sebelum tengah malam, menurut Kantor Berita Nasional resmi Libanon.
Sebelumnya pada hari itu, pasukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara di daerah pinggiran selatan Beirut dan kawasan Gubernuran Mount Libanon. Pesawat tempur Israel mengebom beberapa wilayah di selatan, meliputi Hay al-Sellom dan apartemen di Chiyah.
Baca juga : WHO Nyatakan 28 Petugas Kesehatan Tewas di Libanon
Di Libanon selatan, jet tempur Israel menyasar lembah Wadi al-Saluki dan Wadi Al Hijar serta kota-kota Kfarkela, Khiyam dan Taybeh di distrik Marjayoun. Dalam serangan di Taybeh, lima anggota Palang Merah Libanon terluka saat menjalani misi penyelamatan.
Penyerangan di kota Chaqra juga menyebabkan beberapa orang terluka, meski lembaga Libanon tidak menyebut jelas jumlah korban. Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran sejak 23 September terhadap yang mereka sebut target Hizbullah di seluruh Libanon yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.100 orang, menurut Kementerian Kesehatan Libanon.
Serangan udara tersebut merupakan eskalasi dalam konflik selama setahun antara Israel dan Hizbullah sejak dimulai serangan brutal Tel Aviv di Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir 41.800 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina Hamas pada Oktober tahun lalu. Setidaknya 1.974 orang telah tewas, lebih dari 9.384 orang terluka, dan 1,2 juta lain mengungsi, menurut otoritas Libanon.
Masyarakat internasional telah memperingatkan bahwa serangan Israel di Libanon dapat meningkatkan konflik Gaza menjadi perang regional yang lebih luas. (Ant/Z-2)
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Eskalasi militer meningkat di Timur Tengah. Israel meluncurkan serangan skala besar ke pinggiran Beirut (Dahieh), sementara Hizbullah membalas dengan rudal canggih
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah mencapai 570 orang
Konflik di Libanon memanas setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
ISLAMIC Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran bersama Hizbullah melancarkan serangan rudal dan drone gabungan ke sejumlah target di Israe.
Eskalasi militer meningkat di Timur Tengah. Israel meluncurkan serangan skala besar ke pinggiran Beirut (Dahieh), sementara Hizbullah membalas dengan rudal canggih
Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Libanon.
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved