Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membahas situasi di Timur Tengah dan Ukraina dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di sela-sela sesi Majelis Umum di New York.
"Pertemuan tersebut membahas isu-isu internasional yang paling mendesak, termasuk perkembangan di Timur Tengah dan konflik Israel-Palestina. Fokus khusus diberikan pada berbagai aspek kerja sama antara Rusia dan PBB," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, seraya mencatat bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (26/9), dilansir Anadolu, Sabtu (28/9).
Lavrov menekankan pentingnya ketidakberpihakan dan netralitas Sekretariat PBB, termasuk dalam kaitannya dengan situasi di Ukraina. Ia juga mendesak Guterres untuk memastikan bahwa perwakilan PBB tidak terlibat dalam inisiatif perdamaian sepihak mana pun.
Baca juga : PBB Temukan Rumah Sakit Anak di Kyiv Terkena Serangan Rudal Rusia
Lavrov menyoroti pelanggaran oleh AS atas kewajibannya berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB tahun 1947, terkait dengan tidak dikeluarkannya visa bagi sejumlah perwakilan delegasi Rusia dan negara lain, dan meminta Guterres untuk memulai proses arbitrase sebagaimana yang diuraikan dalam resolusi Majelis Umum.
Kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kerja sama yang konstruktif antara Rusia dan PBB, dan menekankan peran sentral badan global tersebut dalam urusan dunia, seraya menekankan pentingnya menegakkan ketentuan Piagam PBB secara penuh.
Menurut pernyataan PBB, Lavrov dan Guterres “membahas perkembangan terkini mengenai isu-isu dalam agenda Dewan Keamanan,” dan “bertukar pandangan mengenai perang di Ukraina dan implikasi regional dan globalnya.” Mereka juga membahas kerja sama PBB-Rusia, serta implementasi Pakta untuk Masa Depan. (I-2)
PEMERINTAH Indonesia menegaskan rencana pengerahan hingga 8.000 personel TNI ke Gaza akan sepenuhnya berfokus pada misi kemanusiaan, bukan operasi tempur.
Upaya diplomatik global belakangan lebih banyak digerakkan oleh kepemimpinan Amerika Serikat dibandingkan forum internasional.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Serangan Rusia di Bogodukhiv, Ukraina, tewaskan 4 warga sipil termasuk 3 balita. Tragedi ini terjadi di tengah upaya negosiasi damai di Abu Dhabi.
Program undian ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved