Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah berjanji akan mengubah tindakan Israel menjadi neraka. Itu setelah kelompok tersebut menderita pukulan telak ketika perangkat komunikasi diledakkan awal minggu ini di Libanon.
Nasrallah menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi untuk menanggapi ledakan yang menewaskan 37 orang dan melukai ribuan orang. "Kami mengakui bahwa kami telah menerima pukulan telak yang wajar karena kami mengakui keunggulan teknologi Israel, yang didukung oleh AS, NATO, dan Barat. Musuh Israel berusaha membunuh 5.000 orang hanya dalam waktu dua menit, tanpa mempedulikan apa pun," kata Nasrallah, dilansir Anadolu, Jumat (20/9)
Jumlah pager yang dibawa oleh anggota Hizbullah adalah 4.000, yang berarti Israel sengaja berusaha membunuh 4.000 orang, katanya. Ledakan itu akan dibalas dengan hukuman yang setimpal.
Baca juga : Penyeranta Meledak, Negara Arab dan Islam Dukung Libanon
Ia memperingatkan Israel bahwa jika mereka membangun sabuk keamanan di wilayah Libanon, negara itu akan berubah menjadi perangkap dan neraka.
Nasrallah menambahkan bahwa beberapa komisi investigasi dibentuk untuk memeriksa keadaan ledakan tersebut dan mereka telah mencapai kesimpulan yang hampir pasti, tetapi kelompok perlawanan Libanon masih menunggu konfirmasi.
Ia mencatat bahwa parahnya cedera mata akibat ledakan tersebut telah memberikan tekanan yang signifikan pada rumah sakit di Libanon. Lebih jauh, Nasrallah menunjukkan bahwa banyak ledakan terjadi di rumah sakit, pasar, jalan umum dan rumah area yang sebagian besar dihuni oleh warga sipil, termasuk anak-anak dan wanita.
Baca juga : 5.000 Perangkat Penyeranta Diimpor Hizbullah Lima Bulan Lalu
Pidatonya bertepatan dengan penerbangan intensif pesawat tempur Israel yang terbang pada ketinggian rendah di atas ibu kota Libanon, Beirut, memecahkan penghalang suara beberapa kali.
Kepala Hizbullah itu menganggap ledakan itu sebagai kejadian alamiah, dengan menyatakan, Ini adalah sifat perang dan konflik. Kami tahu bahwa musuh kami memiliki keunggulan teknologi karena Amerika mendukungnya, bersama dengan NATO dan Barat.
Ia menekankan bahwa front Libanon tidak akan berhenti sampai perang di Gaza berhenti. Nasrallah mencatat bahwa para pemimpin senior Hizbullah tidak membawa perangkat pager seperti yang meledak dan menegaskan bahwa struktur perlawanan tetap besar dan kohesif.
Nasrallah mengakhiri pidatonya dengan menegaskan bahwa apa yang terjadi selama Selasa dan Rabu akan dibalas dengan balasan yang adil dan perhitungan yang keras. Setidaknya 37 orang tewas dan hampir 3.000 lainnya terluka dalam ledakan yang menargetkan ribuan perangkat komunikasi nirkabel di seluruh negeri.
Belum ada komentar dari Israel mengenai ledakan itu, yang terjadi di tengah meningkatnya perang lintas-perbatasan antara Israel dan Hizbullah sejak dimulainya perang mematikan Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 41.300 orang, kebanyakan wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas-perbatasan oleh Hamas pada 7 Oktober lalu. (I-2)
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENURUT dokumen FBI tahun 2020, Jeffrey Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan dilatih sebagai mata-mata di bawah arahannya.
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan komitmen pemerintah untuk mengutamakan perdamaian sekaligus menata ulang keamanan domestik.
Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Libanon selatan kurang dari sehari setelah pembicaraan langsung pertama.
Pertemuan yang berlangsung di markas UNIFIL menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
PAUS Leo XIV menyerukan diakhiri perang antara Israel dan Hizbullah di Libanon, kemarin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved