Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengadakan pertemuan di Ramallah. Mereka mengutuk pembantaian yang dilakukan oleh Israel sebagai bagian dari kampanye genosida yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza dan eskalasinya di Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Komite tersebut menganggap negara pendudukan, bersama dengan pemerintah Amerika, bertanggung jawab penuh atas genosida dan eskalasi, menegaskan perjuangan dan perlawanan berkelanjutan rakyat Palestina untuk mencapai kebebasan dan kemerdekaan serta memperoleh semua hak mereka.
"Termasuk hak pengungsi untuk kembali, hak untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka dan berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dipimpin oleh Organisasi Pembebasan Palestina; satu-satunya wakil sah rakyat Palestina," dilansir Kantor Berita Palestina Wafa, Kamis (18/7).
Baca juga : Israel Bunuh Lebih 500 Warga Palestina di Tepi Barat
Komite juga membahas kampanye solidaritas dengan gerakan tahanan, menegaskan kelanjutan kerja sama dengan lembaga tahanan untuk melindungi tahanan dan tahanan dari kebijakan penganiayaan, penyiksaan, isolasi, pembunuhan dan pengabaian medis yang disengaja yang dilakukan oleh pendudukan.
Pernyataan ini menekankan perlunya mengintensifkan upaya solidaritas Arab dan internasional serta kontak dengan Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Dewan Keamanan PBB, Dewan Hak Asasi Manusia, dan Pengadilan Kriminal Internasional dan seluruh lembaga hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional untuk menjalankan posisi mereka dalam menghadapi kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, termasuk para tahanan.
Komite menekankan perlunya melakukan boikot terhadap pendudukan, mempercepat mekanisme penuntutan, terutama di hadapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), dan mempercepat penerbitan surat perintah penangkapan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan ini.
Komite Eksekutif menyambut baik undangan Tiongkok kepada seluruh faksi Palestina untuk mengadakan pertemuan di Beijing yang bertujuan mengakhiri perpecahan dan mencapai persatuan nasional Palestina, serta memperkuat ketahanan dan perlawanan rakyat Palestina di seluruh Wilayah Palestina yang diduduki.
Komite tersebut menekankan peran Tiongkok dalam mendukung perjuangan dan hak rakyat Palestina untuk mengakhiri pendudukan dan kolonialisme serta mendirikan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. (Z-8)
KEDUTAAN Besar Amerika Serikat di Israel berencana membuka layanan konsuler di permukiman Tepi Barat mulai akhir Februari.
Raja Yordania Abdullah II menyopiri Presiden Prabowo dari Istana Basman ke Lanud Marka, diiringi atraksi flypast F16, usai pertemuan bilateral yang membahas isu Palestina di Amman, Yordania.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Pasukan Israel tangkap 100 lebih warga Palestina sejak awal Ramadan di Tepi Barat. Penangkapan diwarnai kekerasan, sabotase rumah, dan penyitaan aset warga sipil.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan isi pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Washington DC, Amerika Serikat.
Menlu RI Sugiono di sidang DK PBB New York menegaskan komitmen solusi dua negara, soroti krisis kemanusiaan Gaza dan kebijakan Israel di Tepi Barat.
Bantuan ini merupakan aksi kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved