Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN pemukim Israel bertopeng menyerbu desa kecil Qusai Abu al-Kebash akhir pekan lalu di tengah malam.
Mereka menangkap Abu al-Kebash, mengikat tangan dan kakinya, lalu menelanjanginya. Ia mengatakan mereka kemudian mengikat alat kelaminnya dengan tali plastik dan mengaraknya melalui komunitasnya sambil memukulinya.
Para pemukim Israel semakin sering menggunakan kekerasan terhadap warga Palestina dalam upaya untuk mengusir mereka dari rumah mereka di Tepi Barat yang diduduki. Namun, serangan seksual tampaknya menjadi senjata baru dalam persenjataan intimidasi para pemukim ini, menunjukkan tingkat kekerasan baru yang mengkhawatirkan.
"Mereka memotong ikat pinggang saya dengan pisau serta celana dalam saya. Mereka mengikat penis saya dengan tali plastik, mengencangkannya, lalu menyeret saya berkeliling desa," kata Abu al-Kebash, berbicara kepada CNN dalam wawancara pertamanya di depan kamera, Kamis (19/3).
"Itu sangat, sangat menyakitkan. Saya pikir mereka akan membunuh saya."
Pria berusia 29 tahun itu melanjutkan, "Saya merasa terhina dan dihina. Mengapa mereka melakukan itu kepada kami? Mengapa mereka mengikat seseorang seperti itu?"
Beberapa anggota keluarga Abu al-Kebash yang hadir pada saat itu menguatkan kesaksiannya. Begitu pula dua aktivis asing--sukarelawan dari Gerakan Solidaritas Internasional--yang mengatakan kepada CNN bahwa mereka juga menyaksikan Abu al-Kebash dilecehkan secara seksual.
Pihak berwenang Israel sedang menyelidiki dugaan penyerangan dan dugaan pencurian ratusan domba milik Abu al-Kebash oleh para pemukim. Dia mengatakan polisi dan penyelidik dari dinas keamanan internal Shin Bet datang ke desanya beberapa hari setelah kejadian itu dan dia pergi ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya.
Abu al-Kebash mengatakan dia belum bisa tidur sejak saat itu. Mata kirinya masih memar dan berdarah.
"Saya khawatir mereka akan kembali. Mereka akan membunuh kami di tengah malam atau membakar desa kami seperti yang mereka katakan akan mereka lakukan," katanya.
Para pemukim telah berusaha mengintimidasi Abu al-Kebash dan keluarganya sebelumnya, tetapi tidak seperti ini. Ia mengatakan istri, sepupu, dan ayahnya juga diikat dengan tali plastik dan dipukuli pada malam yang sama.
Ia menceritakan bahwa para pemukim menuangkan air dan tanah ke atas mereka dan mengancam akan memperkosa para wanita, kata Abu al-Kebash dan kerabatnya. Para pemukim bahkan memukuli anak-anak.
Dua aktivis antipendudukan asing, yang berbicara kepada CNN dengan syarat anonim karena mereka takut akan pembalasan, mengatakan mereka juga diikat dan diancam.
Penggembala itu mengatakan ia berharap polisi akan membawa para penyerangnya ke pengadilan dan mengembalikan domba-domba yang menjadi mata pencahariannya.
Namun, sebagian besar warga Palestina kehilangan kepercayaan pada penyelidikan Israel terhadap kekerasan yang dilakukan oleh para pemukim. Soalnya, sedikit sekali penyelidikan yang menghasilkan penangkapan, apalagi hukuman.
Sebaliknya, warga Palestina dan aktivis antipendudukan menggambarkan budaya impunitas yang merajalela di komunitas pemukim Israel. Tentara Israel terkadang hanya berdiri diam ketika para pemukim mengintimidasi, melecehkan, dan bahkan menyerang warga Palestina.
Dalam pernyataan bersama, Kepolisian Israel dan IDF mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. "Kami sangat mengutuk insiden kekerasan dan kejahatan," kata mereka.
Israel secara signifikan meningkatkan aktivitas militer di Tepi Barat yang diduduki sejak 2023 karena pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mendorong peningkatan pemukiman Yahudi dan memperkuat cengkeraman Israel atas tanah tersebut. Tujuannya mencegah pembentukan negara Palestina.
Pemukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Para pemukim Israel juga meningkatkan serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka, yang terjadi hampir setiap hari. Kekerasan kembali meningkat di tengah perang dengan Iran.
Sembilan warga Palestina tewas oleh tentara atau pemukim Israel di Tepi Barat dan Jerusalem Timur sejak perang dimulai, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Kelompok hak asasi manusia Israel, B'Tselem, menuduh Israel menggunakan kedok perang dengan Iran untuk mempercepat sesuatu yang mereka sebut sebagai pembersihan etnis di Tepi Barat.
Terlepas dari risikonya, Abu al-Kebash mengatakan ia merasa penting untuk menceritakan kisahnya.
"Saya menceritakan kisah saya secara utuh agar orang-orang dapat melihat, agar dunia dapat melihat apa yang terjadi. Kami tidak melakukan apa pun kepada mereka. Namun mereka datang dan memukuli kami serta melakukan ini kepada kami," kata penggembala itu. "Itulah alasan saya berani berbicara." (I-2)
SETIDAKNYA 84 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak Oktober 2023 setelah mengalami penyiksaan sistematis.
Menlu Palestina ungkap taktik Israel manfaatkan konflik Iran untuk percepat perluasan pemukiman ilegal di Tepi Barat. Simak kronologi dan dampaknya.
PBB memperingatkan potensi pembersihan etnis di Tepi Barat setelah 36.000 warga Palestina terusir dalam setahun akibat ekspansi pemukiman ilegal Israel.
Serangan pemukim Israel di Tepi Barat tewaskan 3 warga Palestina di Abu Falah. Militer Israel sebut insiden ini tak bisa ditoleransi. Simak kronologinya.
Serangan brutal pemukim ilegal Israel di desa Susya, Hebron, hanguskan rumah dan kendaraan warga Palestina di tengah bulan Ramadan. Simak kronologinya.
Lebih dari 80 negara PBB mengecam rencana Israel memperluas kendali di Tepi Barat dan mengklaim tanah Palestina sebagai properti negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved