Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HIZBULLAH mengatakan akan menerima keputusan gencatan senjata Hamas, mematuhi gencatan senjata.
Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan bahwa kelompoknya akan menerima keputusan Hamas tentang negosiasi gencatan senjata Gaza dan akan menghentikan serangan lintas batas terhadap Israel jika gencatan senjata tercapai.
Hizbullah telah hampir setiap hari bertukar tembakan dengan pasukan Israel sejak 7 Oktober, memicu ketakutan akan konflik besar-besaran.
Baca juga : Benjamin Netanyahu: Fase Intens Perang dengan Hamas Akan Segera Berakhir
"Hamas sedang bernegosiasi ... atas nama seluruh poros perlawanan," kata Nasrallah, merujuk pada kelompok pro-Iran regional yang menentang Israel dan Amerika Serikat.
"Apa pun yang diterima Hamas, semua orang menerima dan puas dengan itu," katanya, menambahkan, "Kami tidak meminta [Hamas] untuk berkoordinasi dengan kami karena pertempuran pertama-tama adalah milik mereka."
Pernyataan Nasrallah datang beberapa hari setelah dia bertemu dengan delegasi Hamas yang dipimpin oleh kepala hubungan luar negeri Khalil al-Hayya, dan saat pembicaraan akan dilanjutkan di Qatar menuju kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam perang Gaza, yang kini memasuki bulan ke-10.
Baca juga : Hamas dan Israel Diminta Segera Terima Gencatan Senjata yang Diadopsi PBB
Nasrallah mengulangi posisinya bahwa "jika gencatan senjata tercapai, dan kita semua berharap itu ... front kita akan berhenti menembak tanpa diskusi."
"Itu adalah komitmen, karena itu adalah front dukungan dan kami telah jelas [tentang ini] sejak awal," katanya, selama pidato yang disiarkan televisi untuk memperingati seorang komandan senior Hizbullah yang terbunuh dalam serangan Israel minggu lalu.
Namun, Nasrallah memperingatkan bahwa "kami tidak akan pernah membiarkan serangan apa pun yang mungkin dilakukan musuh Israel terhadap Lebanon [bahkan] jika ada gencatan senjata di Gaza." (Al Jazeera/Z-3)
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Militer Israel (IDF) memulai operasi darat terbatas di Libanon Selatan guna melumpuhkan infrastruktur Hizbullah. Simak perkembangan konflik dan dampaknya bagi warga sipil.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved