Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HIZBULLAH mengatakan akan menerima keputusan gencatan senjata Hamas, mematuhi gencatan senjata.
Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan bahwa kelompoknya akan menerima keputusan Hamas tentang negosiasi gencatan senjata Gaza dan akan menghentikan serangan lintas batas terhadap Israel jika gencatan senjata tercapai.
Hizbullah telah hampir setiap hari bertukar tembakan dengan pasukan Israel sejak 7 Oktober, memicu ketakutan akan konflik besar-besaran.
Baca juga : Benjamin Netanyahu: Fase Intens Perang dengan Hamas Akan Segera Berakhir
"Hamas sedang bernegosiasi ... atas nama seluruh poros perlawanan," kata Nasrallah, merujuk pada kelompok pro-Iran regional yang menentang Israel dan Amerika Serikat.
"Apa pun yang diterima Hamas, semua orang menerima dan puas dengan itu," katanya, menambahkan, "Kami tidak meminta [Hamas] untuk berkoordinasi dengan kami karena pertempuran pertama-tama adalah milik mereka."
Pernyataan Nasrallah datang beberapa hari setelah dia bertemu dengan delegasi Hamas yang dipimpin oleh kepala hubungan luar negeri Khalil al-Hayya, dan saat pembicaraan akan dilanjutkan di Qatar menuju kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam perang Gaza, yang kini memasuki bulan ke-10.
Baca juga : Hamas dan Israel Diminta Segera Terima Gencatan Senjata yang Diadopsi PBB
Nasrallah mengulangi posisinya bahwa "jika gencatan senjata tercapai, dan kita semua berharap itu ... front kita akan berhenti menembak tanpa diskusi."
"Itu adalah komitmen, karena itu adalah front dukungan dan kami telah jelas [tentang ini] sejak awal," katanya, selama pidato yang disiarkan televisi untuk memperingati seorang komandan senior Hizbullah yang terbunuh dalam serangan Israel minggu lalu.
Namun, Nasrallah memperingatkan bahwa "kami tidak akan pernah membiarkan serangan apa pun yang mungkin dilakukan musuh Israel terhadap Lebanon [bahkan] jika ada gencatan senjata di Gaza." (Al Jazeera/Z-3)
PM Libanon Nawaf Salam, mengecam keras aksi peluncuran roket dari wilayah Libanon selatan menuju Israel yang terjadi pada Senin (2/3/2026).
AMERIKA Serikat menetapkan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Libanon, dan Yordania sebagai kelompok teroris. Maklum, organisasi itu sudah lama menjadi musuh Israel.
PARA pejabat Israel menilai serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) sebagai pukulan signifikan bagi poros Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
DOKUMEN internal yang bocor dan ditelaah ABC Spanyol mengungkap dugaan kerja sama keuangan dan logistik jangka panjang antara Venezuela dan Iran.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved