Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengataka “fase intens dari perang dengan Hamas (di Gaza) akan segera berakhir,” dan fokus militer kemudian dapat bergeser ke perbatasan utara Israel dengan Libanon.
“Itu tidak berarti bahwa perang akan berakhir, tetapi perang dalam tahap saat ini akan berakhir di Rafah. Ini benar. Kami akan terus 'memotong rumput' nanti,” kata Netanyahu kepada Channel 14 Television dalam wawancara satu lawan satu pertamanya dengan media lokal Israel sejak 7 Oktober.
Dia juga mengatakan siap membuat "kesepakatan parsial" dengan Hamas untuk mengembalikan beberapa sandera, sambil menegaskan kembali posisinya bahwa perang akan tetap berlanjut setelah gencatan senjata "untuk mencapai tujuan menghilangkan" Hamas.
Baca juga : Netanyahu Setuju Perundingan lagi, Lima Warga Gaza Tewas dalam Bantuan Makanan
"Saya tidak siap untuk menyerah pada hal itu," kata Netanyahu.
Netanyahu menambahkan “setelah akhir fase intens, kami akan memiliki kemungkinan untuk mengalihkan sebagian kekuatan ke utara, dan kami akan melakukannya.”
"Pertama-tama, untuk tujuan perlindungan, dan kedua, untuk membawa pulang warga kami juga. Jika kami dapat melakukannya secara politik, itu akan sangat baik. Jika tidak, kami akan melakukannya dengan cara lain, tetapi kami akan membawa semua orang kembali ke rumah – semua warga utara dan selatan,” tambahnya.
Baca juga : Duel Israel dan Hizbullah Makin Sengit, Netanyahu Evakuasi Warganya
Hizbullah, sebuah gerakan Islamis yang didukung Iran dengan salah satu kekuatan paramiliter paling kuat di Timur Tengah, telah melakukan serangan mematikan dari Lebanon selatan yang menargetkan daerah-daerah di Israel utara sejak 8 Oktober, sehari setelah serangan Hamas di Israel.
Israel telah menanggapi serangan Hizbullah dengan serangan yang telah menewaskan militan Hizbullah, termasuk di antaranya para komandan senior.
Puluhan ribu warga Israel telah dievakuasi dari rumah mereka di Israel utara karena konflik yang sedang berlangsung.
Baca juga : Diplomat AS Kunjungi Israel dan Libanon untuk Redakan Ketegangan dengan Hizbullah
Netanyahu juga ditanya dalam wawancara apakah solusinya untuk mengakhiri konflik dengan Hizbullah adalah melalui kesepakatan atau perang.
Perdana Menteri menjawab, “Lihat, jika ada kesepakatan, itu akan menjadi kesepakatan sesuai dengan syarat kami. Syarat kami bukan mengakhiri perang, meninggalkan Gaza, dan meninggalkan Hamas utuh. Saya menolak untuk meninggalkan Hamas utuh. Kami perlu menghilangkan mereka.”
Israel melancarkan perangnya di Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, ketika militan membunuh sekitar 1.200 orang dan mengambil lebih dari 250 sandera. Sejak itu, kampanye Israel telah menewaskan lebih dari 37.000 orang, menurut kementerian kesehatan di Gaza. (CNN/Z-3)
Dino mengkritik serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran serta menilai wacana mediasi Presiden Prabowo Subianto tidak realistis. Ia mendorong Indonesia bersikap tegas.
Media Israel dan Netanyahu melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan yang menyasar kompleks kediamannya di Teheran,
Amerika Serikat dan Iran kembali berunding di Jenewa dengan mediasi Oman di tengah pengerahan militer besar-besaran AS. Presiden Donald Trump membuka peluang diplomasi.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Pengadilan Cili menelaah pengaduan kejahatan perang terhadap mantan penembak jitu Israel, Rom Kovtun, atas dugaan pelanggaran HAM saat bertugas di Gaza.
Presiden AS Donald Trump siap dukung serangan Israel ke Iran. Kapal induk USS Gerald R. Ford dikerahkan saat perundingan nuklir di Jenewa memanas. Cek faktanya.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Hamas desak Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump hentikan agresi Israel di Gaza. Simak laporan pelanggaran gencatan senjata dan krisis kemanusiaan terbaru.
Hamas mengutuk penyiksaan brutal tahanan Palestina di Penjara Ofer. Temuan medis ungkap luka bakar besi panas hingga dugaan pencurian organ. Simak detailnya.
Hamas ultimatum pasukan internasional di Gaza, singgung peran Indonesia dalam ISF dan tegaskan tak boleh jalankan agenda Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved