Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJAJAH Israel terus-menerus menguras darah dan air mata warga Palestina. Pasukan 'Negeri Zionis' itu membunuh tanpa pandang bulu penduduk di wilayah tersisa, Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Sejak 7 Oktober, Israel telah menewaskan lebih 36 ribu orang di Jalur Gaza dengan dalih membalas serangan kelompok pembebasan Hamas. Dalih menjaga keamanan digunakan Israel untuk melancarkan aksi serupa di Tepi Barat.
Pada Minggu (21/4), sebanyak 13 warga Palestina tewas dalam operasi militer Israel di Tepi Barat. 'Negeri Zionis' itu turut menghancurkan pemukiman pemilik tanah itu dengan buldoser dan roket.
Baca juga : Uni Eropa Hukum Pemukim Israel, Negeri Zionis tidak Terima
Pasukan Israel rutin melakukan penggerebekan di kota-kota besar dan kecil di Tepi Barat yang diduduki dan kekerasan meningkat sejak perang di Jalur Gaza pecah, tahun lalu. Tentara Israel mengatakan mereka telah membunuh sepuluh militan dalam serangan kontraterorisme selama tiga hari di Nur Shams.
Niaz Zandeq, 40, mengatakan putranya Jehad ditembak mati oleh tentara Israel pada ulang tahunnya yang ke-15. Para tetangganya mengatakan tentara menyuruh Jehad meninggalkan rumah pamannya lalu menembaknya saat dia keluar dari pintu depan dengan tangan terangkat.
Mereka menunjukkan kepada AFP gambar tubuhnya di jalan dengan luka tembak di dahi.
Baca juga : Terus Merampas Wilayah Palestina, Israel Dituding Lakukan Kejahatan Perang
“Saat dia keluar, mereka melepaskan tembakan dan langsung mengenai kepalanya. Dia tidak bersenjata,” kata Zandeq sambil menangis.
Tentara Israel belum menanggapi tuduhan warga. Jehad bukan satu-satunya anak muda yang tewas.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Qais Fathi Nasrallah, yang berusia 16 tahun, dibunuh pasukan Israel di dekat kamp pengungsi Tulkarem.
Baca juga : Jerman Kembali Tolak Pemukim Israel di Wilayah Palestina
Ayahnya, seorang paramedis, sedang bertugas di rumah sakit ketika staf membawa jenazah putranya, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Termasuk Nasrallah, organisasi tersebut mengatakan jumlah korban tewas di Tulkarem dan Nur Shams mencapai 14 orang.
Tentara Israel mengatakan telah melakukan delapan penangkapan dan menyita senjata di sekitar Nur Shams, dan delapan tentara serta seorang petugas polisi terluka.
Ibrahim Ghanim, seorang mahasiswa hukum berusia 20 tahun, mengatakan siapa pun yang melawan di kamp disebut teroris.
Baca juga : Rusia: Pendirian Negara Israel Buat Palestina tidak Pernah Damai
“Tentara Israel telah membunuh begitu banyak orang di sini selama bertahun-tahun sehingga saya tidak dapat menghitungnya lagi,” katanya.
Ketika beberapa warga mulai membersihkan puing-puing dan memperbaiki rumah mereka yang hancur, sebagian lainnya masih shock.
Hamde Abdallah Sarhan, 85, mengatakan dia masih terguncang setelah tentara masuk ke rumahnya dan menembak ke dinding, mencoba membuka posisi menembak sementara dia terbaring ketakutan di tanah.
Sarhan menderita penyakit paru-paru dan menggunakan mesin untuk membantunya bernapas. Dia mengatakan tentara merusak mesin ketika mereka menerobos masuk dan dia kesulitan mencari udara sampai kerabatnya menemukan tangki oksigen darurat.
"Saya sangat takut. Kekerasan ini lebih besar dari yang pernah saya lihat," katanya.
Misk Al-Shaikh, yang berusia 9 tahun, berada di lantai atas rumahnya ketika buldoser Israel merobohkan bagian depan gedung pada Kamis (18/40 malam.
"Saya takut. Aku ingin memeluk ayahku," ujarnya.
“Operasi tentara Israel menargetkan warga sipil. Mereka mengubah Nur Shams menjadi Gaza kecil,” kata ayahnya, Mostafa.
Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967 dan lebih dari 480 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel atau pemukim di sana sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada 7 Oktober, menurut para pejabat Palestina. (AFP/Z-1)
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Dubes Palestina Riyad Mansour dan utusan OKI mengecam keras langkah kabinet Israel yang memperluas kontrol di Tepi Barat. Simak detail langkah diplomatik di PBB.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Hamas sambut rencana pengerahan 8.000 pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza Selatan untuk awasi gencatan senjata dan stabilitas tanpa intervensi internal.
Laporan investigasi Al Jazeera ungkap 2.842 warga Palestina di Gaza 'menguap' akibat senjata bersuhu 3.000 derajat Celsius. Simak fakta medis dan hukumnya.
Bantuan ambulans dari warga Karawang ini merupakan respons terhadap mendesaknya kebutuhan layanan kesehatan darurat di Jalur Gaza yang kian memprihatinkan.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved