Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN suhu global antara Februari 2023 hingga Januari 2024 telah melampaui ambang batas pemanasan 1,5 derajat Celsius untuk pertama kalinya dalam sejarah, menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Layanan Perubahan Iklim Copernicus (Copernicus Climate Change Service/C3S) Uni Eropa (UE) pada Kamis (8/2).
Berdasarkan laporan tersebut, periode antara Februari 2023 hingga Januari 2024 mengalami lonjakan suhu 1,52 derajat Celsius di atas tingkat praindustri yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris, menjadikan 2023 sebagai tahun terpanas sejak era praindustri (1850-1900).
Selain itu, Januari 2024 mencatatkan suhu rata-rata tertinggi di angka 13,14 derajat Celsius, 1,66 derajat di atas rata-rata era praindustri (1850-1900), menurut laporan Copernicus.
Baca juga : Suhu Rata-Rata RI Sudah Naik 1,1 Derajat Celsius
"Tahun 2024 dimulai dengan bulan yang memecahkan rekor lainnya," kata Wakil Direktur C3S Samantha Burgess.
"Pengurangan emisi gas rumah kaca yang cepat adalah satu-satunya cara untuk menghentikan peningkatan suhu global," katanya.
Suhu Eropa bervariasi, dengan suhu di negara-negara Nordik "jauh di bawah" rata-rata dari tahun 1991 hingga 2020 dan suhu di bagian selatan benua ini "jauh di atas" itu, kata laporan tersebut.
Baca juga : Suhu Global Cetak Rekor Baru! 4 Juli 2023 Hari Terpanas
Jerman, negara dengan perekonomian terbesar di Eropa, memainkan peran kunci dalam memerangi perubahan iklim. Negara ini berupaya mencapai netralitas iklim pada 2045, lima tahun lebih cepat dari target Uni Eropa. Pada 2030, emisi gas rumah kaca harus dikurangi sebesar 65 persen dibandingkan dengan tingkat emisi di tahun 1990.
Namun, Jerman juga mengalami tahun terpanas yang pernah tercatat pada 2023, menurut Badan Meteorologi Nasional Jerman (Deutscher Wetterdienst/DWD) negara itu.
Dalam pembicaraan iklim PBB di Paris pada 2015, negara-negara sepakat untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius dan menargetkan untuk membatasinya pada 1,5 derajat Celsius, level yang dianggap krusial untuk mencegah konsekuensi yang paling parah.
Baca juga : BMKG Sebut Cuaca Panas akan Menurun Secara Gradual pada Bulan Mei 2023
Laporan C3S menyebut bahwa di luar Eropa, suhu Januari tercatat jauh di atas rata-rata, seperti di Kanada bagian timur, Afrika bagian barat laut, Timur Tengah, dan Asia tengah, kendati suhu di Kanada bagian barat, Amerika Serikat bagian tengah, dan sebagian besar Siberia bagian timur berada di bawah rata-rata.
"Perubahan iklim masih terus berlanjut tanpa henti," kata Andreas Becker, kepala departemen pemantauan iklim di DWD.
"Oleh karena itu, kita harus terus memperluas perlindungan iklim serta mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem yang semakin parah melalui pencegahan dan adaptasi iklim," imbuhnya. (Xinhua/Ant/Z-4)
Pemerintah didesak untuk memperkuat kebijakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, mengingat ketidaksesuaian antara komitmen iklim Indonesia
Ilmuwan terus mencari cara baru untuk mengatasi pemanasan global. Salah satu ide yang muncul adalah menggunakan debu berlian untuk mendinginkan Bumi.
Kadar karbon dioksida di udara sudah mencapai 400 parts per million dan bisa terus naik sampai 600 parts per million.
GENERASI muda terutama generasi Alfa dan setelahnya disebut paling merasakan dampak perubahan iklim. Karena itu, kesadaran dan aksi iklim perlu terus digalakkan di kalangan generasi muda.
Suhu baru tertinggi yang tercatat sebesar 17,09 derajat Celcius, sedikit melampaui rekor sebelumnya sebesar 17,08 derajat Celcius yang terjadi pada 6 Juli 2023.
ESKALASI harga pangan pada pertengahan 2024 sebenarnya ialah peristiwa siklikal biasa.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved