Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR RI Sukamta menyerukan agar DPR RI, pemerintah, dan masyarakat Indonesia terus bergerak melakukan aksi konkret untuk mendesak semua pihak di seluruh dunia.
Terutama mendesak PBB dan Dewan Keamanan PBB sehingga aksi genosida Israel terhadap rakyat di Jalur Gaza dapat dihentikan.
Menurut Sukamta, saat ini rakyat di Jalur Gaza tidak sekadar menuju genosida tapi di ambang kepunahan.
Baca juga : Anggota DPR RI Kecam Keras Veto AS yang Gagalkan Setop Kekerasan di Gaza
"Hari ini 6 Februari 2024 merupakan hari ke-123 aksi genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Izinkan kami kesempatan ini menyampaikan sikap pertama mengutuk keras sikap komunitas internasional terutama PBB yang belum bisa menghentikan aksi genosida Israel ini," jelas Sukamta.
"Kini kemanusiaan menjadi linimasa keseharian masyarakat global," ungkap Sukamta ketika menyampaikan Interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2023-2024 Dalam Rangka Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2023-2024, Jakarta, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2024).
Sukamta mengaku cemas masyarakat global lama-lama akan memaklumi tindakan yang menyayat kemanusiaan tersebut.
Baca juga : Yordania: Kegagalan PBB Izinkan Israel Teruskan Genosida di Gaza
Maka dari itu, menurut Sukamta, semua elemen masyarakat Indonesia tidak boleh letih untuk terus memberikan dukungan bagi perjuangan bangsa Palestina.
"Rezim Israel saat ini seperti bukan manusia, Israel adalah monster. Dalam 24 jam terakhir, kita kembali menyaksikan serangan Israel atas kerumunan warga Gaza yang tengah mengantre untuk mendapatkan bantuan," jelasnya.
"Demikian juga Israel menyerang konvoi badan PBB untuk pengungsi atau UNRWA, jangan dilupakan pula rudal-rudal Israel yang secara sengaja menargetkan rumah sakit," ucap politikus Fraksi PKS ini.
Baca juga : Pemerintah RI Diminta Desak Resolusi PBB Hentikan Pelanggaran HAM di Palestina
Ia melanjutkan bahwa serangan membabi buta 24 jam terakhir tersebut juga menunjukkan bahwa keputusan sementara Mahkamah Internasional atau ICJ seperti angin lalu.
Ia menilai perintah ICJ yang meminta agar Israel melakukan pencegahan aksi genosida benar-benar tidak diindahkan.
"Angka-angka dan statistik tragedi kemanusiaan di jalur Gaza sungguh sangat mengerikan. Hampir 1,2 juta anak di Gaza membutuhkan dukungan kesehatan mental. Sekitar 17.000 anak di Gaza tidak didampingi atau dipisahkan dari keluarganya," papar Sukamta.
Baca juga : 6.000 Bom Israel di Palestina 6 Hari, Setara dengan Setahun Bom AS di Afghanistan
"Total yang meninggal ada 27.478, termasuk di dalamnya 11.500 anak-anak dan 8000 perempuan. Ini berarti bahwa Israel membunuh sekitar 223 warga Palestina setiap harinya sejak 7 Oktober," terangnya.
"Angka-angka dan statistik mengerikan. Ini adalah manusia yang memiliki nama, memiliki orang tua, dan memiliki keluarga. Namun, ini belum mampu menghadirkan aksi nyata masyarakat global untuk segera menghentikan Aksi genosida Israel ini," tegas Sukamta.
Ia menilai bahwa Israel tidak menunjukkan niat baik untuk berdamai, Israel tanpa rasa malu terus melakukan serangannya.
Baca juga : DK PBB Tak Mampu Atasi Konflik Global, Sekjen Guterres Peringatkan Dunia Masuki Era Kekacauan
Dalam pertemuan Middle East Question Inter-Parlementary atau organisasi parlemen dunia yang dilakukan secara virtual hari Senin (5/2/2024( lalu, Sukamta mendengarkan secara langsung pernyataan perwakilan Israel yang menegaskan bahwa Israel tidak akan berhenti menyerang Gaza sampai Hamas tidak tersisa lagi.
"Di dalam pertemuan tersebut terungkap pandangan Israel bahwa sebenarnya tujuan Israel adalah untuk menghabisi rakyat Palestina, bukan Hamas," jelasnya.
"Pandangan tersebut terbukti di lapangan. Saat ini Israel seperti memiliki kesempatan emas untuk terus melenyapkan bangsa Palestina. Sikap keras kepala dan arogansi Israel yang menolak keras proposal gencatan senjata ini membuktikan bahwa Israel bukanlah negara tetapi Israel adalah entitas teroris," ungkap politikus yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI ini.
Baca juga : Soal UNRWA, Rusia Minta PBB Buktikan Israel Benar atau Bohong
Di akhir, dirinya mendukung dan mendorong penuh kesinambungan peran proaktif pemerintah Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi Undang-Undang Dasar Negara 1945, yakni dalam upaya mewujudkan perdamaian abadi agar penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
"Termasuk penjajahan Israel atas Palestina," pungkasnya. (RO/S-4)
Baca juga : Dewan Keamanan PBB Kaji Putusan ICJ, Aljazair: Masa Impunitas Israel Telah Berakhir
Eskalasi di Libanon meningkat setelah militer Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke pinggiran Beirut dan menangkap dua anggota pasukan komando Hizbullah.
Macron sebelumnya menyatakan di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Korban tewas di Lebanon tembus 773 jiwa, termasuk 103 anak-anak. PBB ajukan bantuan darurat $325 juta saat 1 juta warga mengungsi akibat serangan Israel. Simak laporan lengkapnya.
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
Serangan Israel di Khan Younis tewaskan satu warga & lukai anak kecil. Pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar korban tewas menjadi 636 jiwa di Jalur Gaza.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan ke ICC atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Palestina.
Pep Guardiola tegaskan komitmen suarakan korban konflik global, mulai dari Palestina, Ukraina, hingga Sudan. Ia sebut kekerasan massal sebagai masalah bersama umat manusia.
Afrika Selatan usir utusan Israel Ariel Seidman atas tuduhan penghinaan kedaulatan. Israel membalas dengan mengusir diplomat Afsel Shaun Byneveldt dalam 72 jam.
Kejaksaan Istanbul keluarkan surat penangkapan terhadap PM Israel Benjamin Netanyahu dan 36 pejabat lainnya atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved