Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SEJUMLAH delegasi dari partai yang berkuasa di Rusia dengan suara bulat mendukung Presiden Vladimir Putin untuk terpilih kembali sebagai orang nomor satu di negeri itu. Media pemerintah Rusia melaporkan hal ini diputuskan dalam konferensi di Moskow, Minggu (17/12).
Langkah ini diambil hanya sehari setelah para pendukung pemimpin Kremlin tersebut secara resmi mencalonkannya kembali untuk maju dalam pemilihan presiden 2024 sebagai calon independen.
Ketua Partai United Russia, yang juga mantan presiden dan perdana menteri, Dmitry Medvedev, meminta seluruh anggota partai untuk mendukung Putin menjelang pemungutan suara, yang dijadwalkan pada 15-17 Maret.
Baca juga: Putin Sebut Konflik di Ukraina Tidak Sama dengan Gaza
Dalam forum itu, Putin secara khusus mengatakan negara-negara Barat melancarkan agresi nyata terhadap Moskow untuk meruntuhkan ekonomi, lingkungan sosial dan sistem politik Rusia.
"Mereka percaya dan masih percaya bahwa mereka dapat menabur kekacauan internal di antara kami," kata Putin.
Namun, upaya semacam itu tidak berhasil, kata dia.
Baca juga: Rusia Bom Rumah Sakit dan Rumah di Kyiv, Puluhan Terluka
"Metode destabilisasi semacam itu sudah sangat dikenal, dan telah dicoba dan diuji lebih dari sekali oleh para elite Barat di banyak wilayah di dunia, dalam apa yang disebut sebagai kudeta," jelasnya.
Para analis telah menggambarkan pemilihan kembali Putin sebagai sesuatu yang pasti, mengingat kontrol ketat yang telah ia bangun atas sistem politik Rusia selama 24 tahun berkuasa.
Seorang calon presiden Rusia yang tidak terlalu dikenal yang menyerukan perdamaian di Ukraina juga semakin dekat untuk secara resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat setelah mendapatkan nominasi dari sekelompok lebih dari 500 pendukung di ibu kota Rusia.
Pencalonan oleh kelompok yang terdiri dari setidaknya 500 pendukung merupakan syarat wajib berdasarkan undang-undang pemilu Rusia bagi mereka yang tidak mencalonkan diri sebagai kandidat dari partai.
Kandidat independen juga harus mengumpulkan tanda tangan dari setidaknya 300 ribu pendukung di 40 atau lebih wilayah Rusia. (VoA/Z-1)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan hadir dalam parade militer di Beijing, Tiongkok, pekan depan.
PERTEMUAN antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin Jumat (15/8) disebut sebagai langkah penting menuju perdamaian di Ukraina.
Bagi Putin, tidak ada alasan untuk mengalah.
PRESIDEN AS Donald Trump menyinggung sejumlah isu penting terkait perundingan damai Ukraina-Rusia usai bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Jenderal Dan Caine dijadwalkan bertemu pemimpin militer Eropa di Washington untuk membahas opsi damai bagi Ukraina.
Menlu Rusia Sergey Lavrov menolak memastikan rencana pertemuan antara Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky.
Trump sebelumnya menyampaikan telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam bertenaga nuklir sebagai tanggapan atas komentar Medvedev.
AMERIKA Serikat (AS) dan Rusia kembali berada di titik paling berbahaya sejak Perang Dingin.
Pada Jumat (1/8) melalui platform Truth Social, Trump menyatakan mengarahkan dua kapal selam nuklir AS lebih dekat ke Rusia.
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Rusia kembali meningkat dipicu oleh saling serang antara Presiden AS Donald Trump dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, di media sosial.
Pengumuman reposisi kapal selam nuklir AS muncul di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap Ukraina, bahkan ketika Trump mengancam akan memberikan sanksi yang lebih keras.
WAKIL Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat tidak akan berpengaruh apa pun bagi Moskow.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved